Bersihkan Tiga Kampung Wisata Tematik

 
MALANG – Prestasi Kota Malang dalam pengolahan sampah mendapat apresiasi Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) RI. Sejak Kamis (13/9), Kota Malang menjadi tuan rumah Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 yang digelar hingga Sabtu (15/9) oleh Kemen PUPR RI.
Sebanyak 500 aktivis lingkungan dari unsur perguruan tinggi, LSM, instansi pemerintah, perusahaan swasta dan BUMN, lembaga filantropi, dan kelompok masyarakat lain dari 34 provinsi di Indonesia digembleng di Kota Malang di Lapangan Rampal.  Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, Kota Malang sebagai kota yang patut dicontoh.
“Kota Malang memiliki sistem pengelolaan sampah yang melibatkan peran serta masyarakat. Ada pula TPA regional dan dengan konsisten menerapkan pengelolaan sampah dengan prinsip 3 R. Saya pikir ini sangat baik,” papar Danis di sela kegiatan jambore. 
Kegiatan ini menurutnya sangat penting menghasilkan berbagai hal yang bermanfaat bagi pelestarian lingkungan, seperti terbentuknya forum komunikasi nasional, lalu menjadi momen perumusan rencana aksi bersama guna mempercepat pengelolaan persampahan di Indonesia, dan juga dapat memotivasi aktor-aktor pegiat persampahan di masing-masing wilayah. 
Danis juga menjelaskan, Kementerian PUPR diamanatkan untuk memenuhi target akses universal yang meliputi pencapaian gerakan 100-0-100, yang artinya 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi yang layak untuk masyarakat. 
“Nanti di hari terakhir pada 15 September, ada tiga kampung yang jadi target aksi bersih-bersih massal, yaitu Kampung Warna-Warni Jodipan, Tridi dan Kampung Biru,” tegasnya. 
Terkait hal ini, Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, Pemerintah Kota Malang sangat mendukung program pemerintah dalam hal pengolahan sampah.
 "Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dari Kementerian PUPR yaitu pelaksanaan pembangunan TPS 3R serta upaya untuk merubah perilaku masyarakat melalui kegiatan jambore ini" ujar Diah.
Khusus di Kota Malang, berdasarkan data tahun 2017, timbunan sampah yang dihasilkan mencapai 659,88 ton setiap harinya. 
"Kami berharap dengan penyelenggaraan kegiatan jambore ini seluruh stakeholders dapat bahu membahu dalam pengelolaan persampahan; selain itu, mampu meningkatkan motivasi dan komitmen dari para penggiat persampahan dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang gerakan Indonesia bebas sampah," pungkasnya. (ica/aim)

Berita Lainnya :