ASN Harus Mampu Ciptakan Inovasi


MALANG – Aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemkot Malang harus bekerja dengan penuh inovasi. Karena tantangan ke depan semakin kompleks dan harus dapat menjawab tantangan zaman itu dengan baik, utamanya guru yang harus dapat lebih dahulu tahu terhadap perubahan zamat yang sangat cepat ini.
Pernyataan itu disampaikan Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi di Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok, dalam acara Pelantikan dan  Pengambilan Sumpah Jabatan fungsional 477 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Malang, Selasa (15/5) kemarin.
Dari 477 ASN yang dilantik, guru yang paling mendominasi sebanyak 396 orang. Sisanya, 54 orang tenaga kesehatan dan 54 orang tenaga non guru dan kesehatan.
“Kita jaga kekompakan sebagai aparat Pemkot Malang. Bekerja penuh dengan inovasi, apalagi disini yang paling banyak dilantik adalah guru. Guru dituntut lebih cepat tahu dalam perubahan zaman yang begitu cepat,” kata Wahid Wahyudi.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional dilingkungan Pemerintah Kota Malang tersebut baru kali pertama digelar. Hal ini sesuai dengan amanat Undang - Undang No 5 Tahun 2014 pasal 14, jabatan fungsional merupakan salah satu jabatan PNS serta PP No 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS. Pasal 87 yang berbunyi Setiap PNS yang di angkat menjadi pejabat fungsional wajib dilantik dan di ambil sumpah / janji menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Aturannya yang ada harus dilantik walikota bagi mereka yang diangkat menjadi pejabat fungsional. Saya juga mengingatkan mereka untuk peningkatan kedisplinan,” terangnya.
Wahid juga berharap kepada pejabat fungsional yang dilantik, agar mampu melaksanakan fungsi dan tugasnya berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan ketrampilan tertentu yang dikuasai. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi percepatan capaian kinerja organisasi. Sedang kekurangan jabatan fungsional sebesar 575, hendaknya diusulkan  ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Saat dilakukan penjaringan CPNS selanjutnya  mengusulkan  dilakukannya diklat dasar jabatan fungsional; serta  memfasilitasi proses administrasi kepegawaian setiap jabatan fungsional, termasuk penilaian angka kredit.
“Semoga dengan upaya yang demikian, kebutuhan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Malang, nantinya akan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan, sehingga  mampu melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu sesuai jabatannya, guna penyempurnaan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terangnya.
Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur tersebut juga menitipkan pesan kepada pejabat fungsional khususnya guru agar mampu menjalankan tugasnya untuk membuka cakrawala berpikir anak didiknya; demi kemajuan serta kualitas generasi muda di Kota Malang.
“Khusus untuk guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tapi yang terpenting juga adalah etika,” tandasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :