AIDA Beri Pandangan Baru Liputan Korban Teror

 
MALANG - Aliansi Indonesia Damai (AIDA) mengajak insan media se-Jawa Timur  mengikuti kursus singkat bertajuk ‘Short Course Penguatan Perspektif Korban Dalam Peliputan Isu Terorisme Bagi Indonesia’. Acara tersebut digelar pada Selasa (10/7) sampai Rabu (11/7) di Hotel Santika Pandegiling, Surabaya. Malang Post mendapatkan kesempatan berbagi pengetahuan di kegiatan tersebut. 
Kegiatan yang diikuti 18 wartawan itu berasal dari berbagai media cetak, online, televisi dan radio. Direktur AIDA Hasibullah Satrawi mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan yang pernah diadakan sekitar tahun 2016. 
AIDA merupakan sebuah aliansi yang ingin mewujudkan Indonesia lebih damai melalui peran korban dan mantan pelaku terorisme. “Sehingga, kami berharap, insan media bisa lebih bijak untuk membuat berita soal terorisme. Tidak hanya dari sudut pandang pelaku saja, tapi juga dari perspektif korban,” terang dia.
Sebab menurutnya, ada berbagai macam sisi yang bisa dilihat dari para korban. Mulai dari trauma fisik, psikis hingga hak-hak korban yang harus diperjuangkan. “Kami juga ingin mendorong sejumlah lembaga negara untuk bersinergi guna mengimplementasikan dan memenuhi hak-hak korban sesuai dengan peraturan yang ada,” kata dia.
Kemudian, pihaknya juga mendorong sejumlah lembaga negara untuk memperkuat sinergi pencegahan dan penanganan teror  serta memegang teguh Hak Asasi Manusia (HAM). “Kami meminta masyarakat supaya mewaspadai segala macam potensi terorisme dengan memegang teguh nilai-nilai sosial dengan karakter Bangsa Indonesia yang gotong royong dan tepo seliro,” katanya. 
Ia ingin semua pihak, baik masyarakat maupun korban untuk tidak membalas apa yang telah diperbuat pelaku teror. “Kami ingin semua damai,” ucapnya. 
Sejumlah pembicara didatangkan untuk memberi materi. Mulai dari Solahudin yang merupakan peneliti di Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia, Hanif Suranto,  dosen di Universitas Multimedia Nusantara dan  Agus Sudibyo dari Dewan Pers. 
Selain itu  Ali Fauzi yang merupakan mantan teroris yang juga adik kandung Amrozi dihadirkan sebagai pembicara. Ia kini menjadi Direktur Lingkar Perdamaian. Tak hanya itu saja, sosiolog Universitas Indonesia, Imam B Prasodjo dan juga para korban teror dihadirkan menjadi pembicara sesuai perspektif mereka. (tea/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...