Ubud Hotel Batu Beroperasi Lebaran


BATU - Ubud Hotel Batu siap beroperasi lebaran tahun depan setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama, Jumat (27/7). Pembangunan hotel bintang empat berlokasi di Jalan Raya Oro-Oro Ombo No 11 Kota Batu ditarget selesai dalam sepuluh bulan. Ini demi mengejar momen lebaran untuk menerima tamu.
Ubud Hotel Batu berdiri di lahan seluas 1.500 meter persegi. Hotel bernuansa Bali tersebut memiliki enam lantai dengan 132 kamar dengan berbagai tipe. Peletakan batu pertama, kemarin juga bertepatan momen bulan purnama Sasi Karo. Hari baik tersebut diyakini manajemen Ubud Hotel sebagai hal penting untuk kesuksesan hotel yang dikembangkan PT Kharisma Group ini. 
Hotel yang diarsiteki Ida Bagus Putu Agung ST dan Ir Warso Irianto itu, sengaja memilih Kota Wisata Batu karena kota ini sudah menjadi destinasi wisata dengan pengunjung semakin berkembang setiap tahun.   
Komisaris Utama PT Kharisma Group (pengembang Ubud Hotel), Dr I Gde Mastra SE SH MM MKn berharap, pembangunan Ubud Hotel Batu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat hingga Pemkot. Dia bersama keluarga melakukan upacara adat Bali, Ngeruak Bhuwana dipimpin Mangku Gede Wayan Marutha. 
Upacara sakral ini biasa dilaksanakan masyarakat Bali sebelum membangun rumah atau gedung baru sebagai permohonan keselamatan sekaligus menjaga kelestarian dan keharmonisan lingkungan sekitar dan alam. Tujuannya, pembangunan diberikan keselamatan, kemaslahatan dan kelancaran bersama.
''Keberadaan hotel ini juga bisa menarik wisatawan dari Bali. Destinasi wisata di sini sangat bagus,” tegas I Gde Mastra. 
Menurut dia, Kota Batu berpotensi menjadi destinasi wisata religi, khususnya wisatawan dari Bali. Sebab, Batu juga punya Pura. Begitu juga dengan kota-kota di sekitar Batu, seperti Lumajang yang punya pura. 
Berdirinya hotel bintang empat bertepatan dengan bulan Purnama, menjadi hari sangat istimewa. 
"Ini merupakan wujud rasa syukur. Sehingga apa yang akan dibangun bisa menjaga keseimbangan manusia dengan Tuhan, manusia sesama manusia dengan sekitarnya, “ ujar I Gde Mastra kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, apa yang telah yang dilakukan ini sesuai konsep hidup tangguh Tri Hita Karana. Dengan berdirinya hotel berkonsep Bali minimalis modern ini memiliki ingin melestarikan keaneragaman budaya dan lingkungan ditengah globalisasi. 
"Karena itu pembangunan hotel ini diawali dengan prosesi adat Bali, begitu juga dengan kuliner yang ditawarkan nantinya, selain menu western ada menu tradisional," bebernya suami dari Sri Minarti Gde Mastra ini.
Gde Mastra juga mengungkapkan pembangunan hotel dengan investasi Rp 90 miliar direncanakan selesai dalam waktu sepuluh bulan. Sehingga sebelum Ramadan tahun depan selesai dan lebaran bisa digunakan wisatawan. Tak hanya itu, dengan adanya hotel ini diharapnya bisa menyerap sekitar 200 tenaga kerja, baik dari masyarakat Batu maupun luar daerah.
“Karena itu saya berharap Ubud Hotel Batu bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar serta untuk Pemkot Batu. Apalagi, seperti yang diungkapkan oleh Wali Kota Batu, daerah ini memiliki pertumbuhan ekonomi sangat, “ imbuh ayah dari I Putu Adeks Putra Igmas dan I Kadek Putra Igmas ini.
Peletakan batu pertama dihadiri Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Dia berharap, Ubud Hotel Batu memiliki arti penting untuk mengangkat dan mengembangkan Kota Wisata Batu di tingkat internasional. Dia hadir dalam peletakan batu pertama usai mengikuti Rakernas Apeksi XIII di Tarakan, Kalimantan. 
“Beliau telah menanam niat baik, Insya Allah niat baik ini akan menjadikan hal yang baik bagi Kota Batu dan masyarakatnya. Ubud Hotel Batu semoga bisa  menjadi hotel terbaik di Kota Batu," beber Bude, sapaan akrabnya usai mengikuti rangkaian kegiatan peletakan batu pertama. 
Selain itu, Bude juga menjelaskan, dengan bertambahkan kunjungan wisatawan di kota berjuluk Swiss Kecil di Pulau Jawa ini selalu meningkat tiap tahunnya. "Dari berdirinya hotel ini, setidaknya bisa menambah khazanah akomodasi serta fasilitas internasional yang menunjang pariwisata di Kota Batu. Mengingat telah disampaikan oleh Presiden RI jika pariwisata adalah andalan bisnis masa depan. Tentu dengan pengeloaan yang baik dan bersinergi dengan pemerintah," imbuhnya.
Di sisi lain, hotel ini memiliki tipe kamar yang ditawarkan, yakni tipe superior, deluxe, junior suite dan corner suite. Sedangkan fasilitas yang dimiliki Ubud Hotel Batu diantarnya, satu hall dengan kapasitas 400 orang, dua ruang meeting dengan kapasitas 100 orang, sebuah resto dan satu Kul Kul Sky Lounge. Sedang untuk lahan parkir bisa menampung 30 mobil dan lima bus. 
Pada prosesi peletakan batu pertama turut hadir Pimpinan OJK Malang Widodo, Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso S.E M.M, CEO BNI Malang Wiwi Suprihatno, Pimpinan Wilayah BRI Malang Theresia Hastari, Direktur Malang Post Sudarno, Forkopimda Kota Batu, serta tokoh masyarakat.(eri/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :