Seriusi Pengembangan Wisata Paralayang


BATU - Pemkot Batu terus membenahi fasilitas pendukung di kawasan wisata Paralayang. Tujuannya agar wisata yang selama ini menjadi salah satu daya tarik Kota Batu itu makin diminati.  Terobosan terbaru yakni pelebaran lokasi landing dan pembuatan jalur alternatif.
Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso, MM memimpin langsung survei lokasi untuk mewujudkan dua rencana tersebut, Jumat (15/3). Ia didampingi sejumlah pejabat terkait.
"Kami sedang melakukan perencanaan pengembangan lokasi landing paralayang di Kelurahan Songgokerto. Selain itu jalan alternatif untuk meningkatkan akses wisata paralayang," jelas Punjul kepada Malang Post, kemarin.
Ia menjelaskan dua rencana itu memang masih dalam kajian. Namun Punjul memastikan Pemkot Batu sangat serius memperhatikan pengembangan wisata paralayang. Kebutuhan lahan pun sudah dikaji. 
"Untuk landing paralayang sesuai aturan internasional. Nantinya akan dilebarkan 100 x100 meter persegi. Di mana luas lahan saat ini hanya separonya saja,” bebernya.
Karena itu, Pemkot Batu akan melakukan tukar guling lahan di sekitar lokasi landing paralayang.  Lahan tersebut milik warga seluas sekitar 4.540 meter persegi dan milik Islamic Boarding School Al Izzah sekitar 11, 730 meter persegi.
Selain lokasi pendaratan, nantinya juga akan dibangun area parkir atau rest area seluas 5.488 meter persegi. Pembangunan area parkir menggunakan tanah miliki Pemkot Batu.
Menurut Punjul, akses jalan memang sangat dibutuhkan. Tidak hanya akses ke paralayang, tapi juga akses ke Al Izzah dan rencana pembangunan jembatan. Sehingga pembangunan jalan tembus hingga jembatan akan menjadi hal utama yang dikerjakan. 
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu Alfi Nur Hidayat menambahkan, program mengembangkan area wisata paralayang,  merupakan salah satu program strategis. Bahkan bagian dari grand desain jalan tembus alternatif untuk mengurai kemacetan.
"Sekaligus untuk pemerataan pembangunan perekonomian. Karena dengan dibukanya ruas jalan tersebut akan membuka pula peluang usaha baru bagi masyarakat Kota Batu," bebernya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya jalan tembus akan mengubungkan Kelurahan Songgokerto di Bukit Klemuk dengan Desa Sumberejo di area Al Izzah. Fungsinya sekaligus  sebagai jalan menunju lokasi landing paralayang.
Jalur alternatif tersebut memiliki total panjang sekitar 2.000 meter. Yakni dari Songgokerto tembus ke Sumberejo. Sementara dari Al Izzah menuju landing paralayang sepanjang 375 meter.
Sedangkan untuk lebar jalan sembilan meter.  Rinciannya badan jalan 5,5 meter, pedestrian 2,4 meter terbagi anatara kiri kanan jalan dan bahu jalan selebar 1,5 meter. Untuk drainase akan dipasang box culvert.
Soal anggaran, diungkapnya masih dalam studi kelayakan. Kemudian dilanjutkan
detail engineering design (DED). Setelah itu baru diketahui jumlah anggarannya. Namun dalam perhitungan awal dibutuhkan anggaran sekitar Rp 15 - 20 miliar untuk pembangunan jalan tembus.
"Pelakasanaan paling cepat masuk dalam PAK 2019, rencananya dipercepat pada bulan Juni. Skema ini telah kami serahkan ke Kementerian PUPR dengan menggunakan dana APBN," pungkasnya. (eri/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :