Minimalisir Kesalahan Transaksi Elektronik

 
BATU - Dinas Kominfo Kota Batu terus memberikan pemahanan tentang pentingnya informasi dan tranksaksi elektronik bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Batu di Ruang SKPD Lantai 3, Balai Among Tani, Kamis (12/7). Tujuannya agar masyarakat bisa mengakses transaksi keuangan yang bersifat umum seperti Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
Kepala Diskominfo Kota Batu Drs. Siswanto M.M mengatakan, sosialisasi bagi seluruh OPD yang ada di Pemkot Batu sangat penting. Mengingat Diskominfo menjadi leading sector bagi keterbukaan informasi atau transparansi bagi masyarakat yang tertuang dalam UU Nomor 19 tahun 2016.
"UU ini merupakan perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 menjadi penting untuk dipahami oleh semua ASN yang ada di Pemkot Batu. Sehingga bisa meminimalisir kesalahan transaksi yang terjadi di Pemkot Batu melalui aplikasi SPSE," ujar Siswanto kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, jika SPSE ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengadaan barang atau jasa pemerintah agar lebih transparan, akuntabel, dan kredibel. Di mana nantinya seluruh pengadaan langsung hingga lelang wajib dilakukan melalui SPSE. Selain itu, pihaknya berpesan kepada ASN untuk lebih bijak menggunakan informasi. 
Salah satu pemateri, Kanit Pidum Satreskrim Polres Batu, Iptu Momon Suwito S.H memberikan gambaran tentang pencemaran nama baik, penistaan hingga ujaran kebencian. Pasalnya ada ketentuan yang ada dalam UU ITE agar tidak dilakukan oleh masyarakat.
Iptu Momon juga menguraikan, hingga saat ini sudah ada beberapa kasus tentang UU ITE yang telah diselesaikan. Di mana pihak korban bisa melaporkan hal tersebut dan akan ditindak secara langsung. 
"Beberapa kasus yang telah kami selesaikan seperti penipuan bermodus kecelakaan, di mana tersangka mengirim pesan teror pada sejumlah sekolah jika wali murid mengalami kecelakaan. Serta penipuan online berupa investasi bodong," paparnya.
Ia mengungkapkan, untuk investasi bodong terjadi pada tahun 2017 lalu dengan jumlah korban sebanyak 200 orang yang melapor dan dapat diselesaikan oleh Polres Batu. Untuk menanggulangi penyalahgunaan sosial media, Polres Batu telah membentuk tim cyber. 
Sementara itu, Wakil Direktur Pascasarjana Unisma, Dr. Drs. Abdul Wahid S.H M.A selaku nara sumber mengatakan, UU ITE sangat penting untuk dipahami masyarakat. Tujuannya mengajak semua elemen masyarakat lebih bertanggungjawab dalam bermedsos. 
Selain itu, lanjut dia, melalui UU ITE memiliki dasar, seperti penguatan pengawasan, penguatan pembatasan atau pengurangan sanksi, penguatan edukasi hingga penguatan proteksi HAM."Dengan begitu bisa menjamin hak dan kebebasan. Serta dalam menjalankan transaksi elektronik bisa terwujud keadilan, ketertiban umum, dan kepastian hukum," pungkasnya. (eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...