Kota Batu Juga Jadi Bagian Sejarah Rekor Dunia



BATU - Senam Poco-Poco juga terlaksana di lapangan Balai Among Tani Kota Batu. Pesertanya sekitar 4000 ASN dan masyarakat Kota Batu. Diawali dengan senam aerobic dilanjutkan dengan senam poco-poco terlihat ribuan peserta sangat antusias menari dan berpartisipasi memecahkan rekor sejarah dunia hanya dalam waktu 20 menit. Bahkan yang sangat menarik, seluruh peserta kompak mengenakan kaos berwarna merah. Sedangkan peserta perempuan mengenakan jilbab merah. Sehingga lautan merah putih memenuhi Balai Among Tani Kota Batu.
"Ini menjadi kembanggaan bagi Indonesia, khsusunya Kota Batu yang berpartisipasi membuat sejarah besar. Yakni senam Poco-poco yang memecahkan Guiness World Records," ujar Wakil Wali Kota Batu Punjul kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, pemecahan rekor dunia ini merupakan instruksi Menteri Pemuda dan Olahraga melalui Dinas Pendidikan tiap daerah dalam menyambut olah raga akbar Asean Games yang bakal digelar 18 Agustus 2018 di Jakarta dan Pelembang. Di mana sebanyak 65.000 dari berbagai daerah ikut andil di dalamnya.
Punjul menguraikan, acara pemecahan rekor dunia yang diselenggarakan oleh pemerintah diikuti peserta mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. "Tidak hanya itu, dengan banyaknya partisipasi peserta menunjukkan kekompakan pegawai pemerintah dengan masyarakat," imbuhnya.
"Dengan kesuksesan menjadi bagian pemecahan rekor dunia ini, kami berharap senam Poco-poco tidak hanya menggema di seluruh penjuru Indonesia. Tetapi hingga berbagai belahan dunia," pungkasnya.(fin/big/eri/ary)

Berita Lainnya :