Harusnya Persyaratan Tak Dikhususkan Bagi K2


MALANG - Salah satu GTT di SMAN 2 Batu, Saeroji mengatakan, tengah mempersiapkan persyaratan terkait pendaftar P3K di Kota Batu. Saeroji adalah guru Mapel Seni Budaya yang telah mengajar hampir 11 tahun.
"Saya berencana ikut P3K. Meski belum mencoba mendaftar. Itu karena dari informasi yang saya dapat pendaftaran yang dikabarkan sejak Januari berkali-kali mundur," ujar Saeroji saat dihubungi Malang Post.
Diakui Saeroji, meski dirinya tak termasuk kualifikasi khusus. Yakni K2. Tetapi dirinya tetap mencoba dan ikut mendaftar. Selain itu, ia berharap ada perubahan aturan untuk P3K.
"P3K yang dibuka saat ini ada ketidakadilan. Ini yang diresahkan oleh GTT. Pertama seperti masa kerja yang hanya kontrak setahun dengan penilaian kinerja, kedua GTT yang memiliki nomor NUPTK atau tidak sama sekali tidak harusnya boleh ikut. Tidak dikhususkan pada K2 saja. Padahal aturan banyak GTT yang diluar K2," keluhnya.
Ia menguraikan, lebih lanjut, dengan aturan kontrak hanya 1 tahun yang dinilai dari kenerja. Ditakutkan adanya penilaian subjektif dari penilai. Misalnya karena penilaian tidak suka atau sebjektif. Sehingg posisi sangat lemah bagi GTT yang diangkat P3K nantinya
"Karena itu kami berharap, setidaknya pendaftaran tidak dikhususkan K2. Pemerintah harus fair. Karena banyak sekolah kekurangan guru saat ini. Sehingga menggunakan GTT," imbuhnya.
Ia juga mengkritisi jika seharusnya untuk persyaratan harus diberikan kepada pemerintah daerah terkait. Karena menurutnya Pemda yang lebih tahu tentang kebutuhan atau kategori yang ada di daerah dan tidak mengkhususkan K2.
Seperti yang diberitakan oleh Malang Post sebelumnya, untuk Kota Batu, formasi yang dibutuhkan sebanyak 48 orang. Nantinya mereka akan memperebutkan JFT di dua bidang. Yakni guru dengan kuota 40 orang dan penyuluh pertanian sebanyak 8 orang.
Sedangkan untuk persiapan tes, BKPSDM Kota Batu telah menyiapkan dana sebesar Rp 650 juta. Begitu juga dengan gaji yang nantinya akan diambilkan dari anggaran gaji honorer di APBD 2019.(ira/eri/ary)

Berita Lainnya :