Butuh Rp 1,7 M untuk Pengadan UTD


BATU - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu hingga saat ini masih bekerja sama dengan PMI Kabupaten Malang untuk donor darah. Pasalnya PMI Kota Batu belum memiliki fasilitas Unit Transfusi Darah (UTD).
"Setiap menggelar donor darah, kami bekerja sama dengan PMI Kabupaten Malang," ujar Sekretaris PMI Kota Batu, Abdul Muntholib kepada Malang Post, Jumat (8/3).
Ia menjelaskan, pihaknya telah meminta kepada Pemkot Batu terkait dana untuk perbaikan gedung dan penambahan sarana dan prasarana untuk fasilitas UTD. Usulan anggarannya sebesar Rp 2,4 miliar. Rinciannya, anggaran Rp 1,7 miliar untuk pengadaan peralatan dan Rp 700 juta untuk penyediaan tempat.
Pemkot Batu pada tahun 2019 rencananya akan memfasilitasi Unit Transfusi Darah (UTD) di kantor PMI di Jalan Kartini, Kelurahan Ngaglik.Tapi hingga saat ini belum terealisasi.
"Padahal fasilitas UTD sangat dibutuhkan di Kota Batu. Mengingat saat membutuhkan kantong darah, Kota Batu mengambil ke Kabupaten Malang dan Kota Malang yang membuat pelayanan kurang maksimal," bebernya.
Sementara itu pada setiap bulannya, PMI Kota Batu menggelar kegiatan donor darah secara rutin hingga delapan kali. Baik di markas PMI maupan di rumah sakit dan desa atau kelurahan.
Hingga tiga bulan ini, telah digelar belasan kali donor donor darah. Yakni bulan Januari sebanyak tujuh kali, bulan Februari  enam kali, dan bulan Maret terselenggara dua kali dari sembilan donor darah yang sudah  dijadwalkan.
Abdul Muntholib menambahkan, dalam setiap donor darah yang digelar, rata-rata pendonor yang datang menghasilkan 30 kantong darah. (eri/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :