Bentangkan Bendera Arema Raksasa


BATU - Perayaan HUT ke-32 Arema FC Minggu (11/8) dirayakan dengan berbagai cara oleh Aremania di Malang Raya. Tak terkecuali di Kota Batu dilakukan dengan membentangkan bendera raksasa berukuran 90 x 55 meter di lapangan Paralayang Songgomaruto, Songgokerto.
Perwakilan Aremania Hari Sucahyo mengatakan, pengibaran bendera di areal landing paralayang merupakan persembahan Aremania.  Banyak harapan yang mereka sampaikan untuk manajemen Arema maupun Aremania.
"Aremania agar semakin solid mendukung klub kebanggaan. Sedangkan untuk manajemen kami berharap keseriusan dalam mengelola Arema," ujar Hari kepada Malang Post, Minggu (11/8).
Ia menambahkan,  apa yang telah dilakukan  tersebut, baik di luar maupun di dalam stadion sebagai bentuk dukungan untuk tim Arema FC. Karena itu ia berharap menajemen Arema bekerja maksimal.
Hari Sucahyo menjelaskan, pembuatan bendera raksasa tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Dengan proses menggambar satu bulan.  "Untuk anggaran pembuatannya dilakukan secara swadaya dan menghabiskan Rp 80 juta," papar pria  yang akrab disapa Yoyok ini.
Sedangkan untuk pengecatan bendera tersebut menghabiskan cat sebanyak 300 Kg. Berat tersebut belum termasuk kain. Untuk membentangkan bendera raksasa tersebut membutuhkan puluhan Aremania dalam waktu sekitar 1 jam.
Yoyok menambahkan, pembuatan bendera raksasa bukan pertama kalinya  ia buat bersama Aremania. Sebelumnya mereka pernah membuat bendera berukuran 75x45 meter dan 30 x 500 meter.
Perayaan HUT ke-32 Arema di Batu, Aremania juga menggandeng atlet  paralayang Kota Batu untuk mengibarkan empat bendera berukuran 3 x 4 meter di angkasa.  
Bendera raksasa yang dibentangkan dan menutup area landing paralayang tersebut hanya sehari saja. Selain itu juga digelar acara tahunan Malang Kucecwara di area parkir Landing Paralayang. (eri/van)