Malang Post - Zhangjiajie China Surganya Makanan

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Zhangjiajie China Surganya Makanan

Minggu, 26 Jan 2020

Perjalanan menuju Zhangjiajie China bisa ditempuh dengan berbagai cara yang bisa menjadi pilihan bagi para wisatawan maupun backpacker. Steven Avo Kristanto, backpacker asal Kota Malang ini mengawalinya dari Surabaya menggunakan penerbangan Cathay Pacific menuju Hongkong dan kemudian dilanjutkan dengan penerbangan lanjutan menuju Kota Changsha.
Dari Changsha ke Zhangjiajie melewati jalur darat dengan menggunakan bus yang ditempuh dalam waktu 4 jam. Namun bagi wisatawan dengan sedikit waktu bisa menempuh perjalanan menggunakan transportasi udara, waktu tempuhnya hanya satu jam.
"Hanya saja Changsha ke Zhangjiajie ini menggunakan pesawat kecil dengan kapasitas sekitar 50 orang saja," ujar Steve.
Selama berkunjung ke Zhangjiajie, banyak hal yang bisa dieksplor sehingga tak puas rasanya jika hanya singgah beberapa hari saja. Minimal wisatawan membutuhkan waktu 3-4 hari menginap.
Sebagai backpacker yang telah berkelana ke berbagai negara, Steve memiliki beberapa saran yakni sebelum datang ke Zhangjiajie sebaiknya carilah referensi sebanyak-banyaknya mengenai akomodasi selama hidup di sana.
"Agar aman bisa memesan penginapan terlebih dahulu dan mencari informasi penginapan yang mewadahi aktivitas backpacker dari berbagai negara," urainya.
Apabila berkunjung ke sini secara backpacker sebaiknya mencari penginapan di sekitar Taman Nasional Zhangjiajie. Di sini ada hotel yang cukup membantu kegiatan backpacker serta menyediakan paket wisata share cost dengan backpacker lainnya, sehingga biaya yang dikeluarkan tentu akan lebih murah.
Ketika berkunjung ke negara ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para wisatawan. Antara lain aplikasi bahasa mandarin di smartphone, VPN dan pocket wifi agar bisa mengakses internet secara lebih leluasa, dan juga olahraga kecil-kecilan sebelum traveling ke Zhangjiajie.
"Olahraga ini penting karena perjalanan backpacker ke Taman Nasional Zhangjiajie bukanlah perjalanan mengunjungi bangunan bersejarah di China atau tempat wisata modern, melainkan perjalanan ini akan cukup membuat lelah dengan jalan kaki dan naik turun tangga," beber Travel Consultant ini.
Perjalanan Steve ke Zhangjiajie dari Hongkong ke Changsha sedikitnya membutuhkan biaya tiket pesawat Rp 7 juta saat promo. Sementara dari segi biaya hidup dikatakannya tidak terlalu mahal, yakni Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per hari jika backpacker.
Menurutnya, Tiongkok adalah surganya makanan. Sebab terdapat berbagai jenis makanan dengan rasa, bau dan warna yang sangat unik dari seluruh Provinsi di Tiongkok.
"Banyak makanan China yang wajib dicoba seperti Dumpling, Bebek Peking, Tahu Busuk, Olahan daging panggang dan tentunya Teh China yang sangat terkenal di seluruh dunia akan aroma dan khasiatnya untuk kesehatan," papar Steve.
Makanan di Tiongkok sangat bervariatif mulai sayuran, ikan, olahan daging, dan aneka mie banyak dijumpai di seluruh daerah maupun di perkotaan. Namun ada beberapa makanan yang rasanya seperti obat, lantaran terkadang penduduk lokal mencampurkan rempah-rempah atau tanaman obat di dalam makanan sebagai pengobatan.
Sebagian besar restaurant atau tempat makan di Tiongkok menjual makanan non halal,  Steve menyarankan untuk wisatawan lebih selektif dalam memilih restaurant atau makanan yang akan dikonsumsi. Meski demikian di kota-kota besar Tiongkok sudah banyak restaurant India, Timur Tengah, Melayu atau Restaurant Indonesia untuk alternatif  mencari makanan halal.
"Dari segi harga bisa kita temukan mulai 10 Yuan atau setara Rp 20 ribu sampai harga 50 Yuan di restaurant atau foodcourt. Untuk makanan di restaurant India, Timur Tengah, Melayu atau Indonesia biasanya dari harga 50 Yuan sampai 150 Yuan," tandas Steve. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya





Loading...