Yudisium, Ingatkan Pentingnya Kontribusi Alumni | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 455 , Rosida, Imam

MALANG – Yudisum STIE Kertanegara Malang yang digelar, Sabtu (24/8) lalu, menjadi hari yang berkesan bagi Maria Yusti Angelia. Mahasiswa STIE Kertanegara Malang ini tidak disebutkan namanya oleh dosen kaprodi dan tidak menerima surat kelulusan. Sontak saja, hal itu membuat perasaannya campur aduk. Antara heran, takut dan bingung berbaur jadi satu. Dengan tidak disebutkan namanya saat acara Yudisium itu artinya dia tidak lulus. Hanya dia saja yang tidak menerima surat, sementara 86 mahasiswa lainnya telah menerima amplop yang berisi surat kelulusan.
Ternyata, itu hanya settingan untuk 'menggoda' mahasiswa asal Pandaan tersebut. Karena memang posisi namanya berada di urutan terakhir. Maria yang awalnya kaget dan kebingungan, tiba-tiba loncat kegirangan setelah namanya disebutkan.
"Saya deg-degan, padahal sebelumnya nama saya tercantum, kok tiba-tiba tidak ada," ucapnya kepada Malang Post, usai acara Yudisium.
Rasa gembira tidak hanya dirasakan Maria, tetapi juga mahasiswa lainnya yang menjadi peserta yudisium. Sebab yudisium merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa.
Ia mengungkapkan kesannya selama kuliah di STIEKMA. Menurutnya, ada banyak pelajaran yang didapatkan sehingga ia mampu mengembangkan potensi dan karakternya.
"Terlebih para dosen yang seperti keluarga sendiri. Mereka benar-benar membimbing kami tidak hanya akademik, tetapi juga mental dan karakter agar mandiri," terangnya.  
Acara Yudisium merupakan syarat wajib bagi mahasiswa sebelum mengikuti prosesi wisuda. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua STIE Kertanegara Malang, Dr. Anton Ferry Ananda, SE., MM., serta Wakil Ketua 1, 2 dan 3. Sedangkan acara wisuda akan digelar 7 September mendatang.
Ketua Pusat Karir, STIE Kertanegara Malang, Dra. Peni Indarwati, MM. memberikan arahan kepada para peserta yudisium. Ia berharap sebagai lulusan yang menyandang gelar Sarjana Manajemen, para mahasiswa dapat mengamalkan ilmu dan keterampilan mereka yang didapat selama kuliah di STIEKMA. Sebab menurutnya, ilmu seseorang harus diamalkan agar memberikan manfaat kepada orang lain.
"Karena ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Peni juga mengimbau agar para lulusan Prodi Manajemen tahun ajaran 2918-2019 tersebut menjadi alumni yang baik. Meskipun sudah lulus bukan lantas hubungan dengan kampus menjadi terputus. Menurutnya ada banyak sumbangsih yang harus dilakukan oleh para alumni untuk almamaternya.
"Kami membutuhkan masukan dari alumni untuk perbaikan kampus ke depan. Misalnya memberikan informasi terkait perkembangan ilmu di dunia industri agar ada sinkronisasi dengan kurikulum di kampus," ungkapnya.
Informasi penting lainnya lanjut Peni, adalah adanya info lowongan kerja. Agar bisa dimanfaatkan oleh adik kelas mereka yang akan lulus.
"Banyak sebenarnya yang bisa dilakukan alumni sebagai bentuk pengabdian mereka pada almamater," tukasnya. (imm/sir/oci)



Selasa, 10 Des 2019

SMK PGRI 3 Kirim 30 Siswa ke LKS

Loading...