Yonko 464 Paskhas TNI AU, Miliki Penghancur Tank | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 4965 , bagus, ira

TNI AU memiliki kekuatan militer yang tidak bisa dianggap remeh. Selain memiliki beragam jenis pesawat, baik jenis angkut maupun tempur, TNI AU juga memiliki satuan khusus yang itu tidak bisa dianggap remeh. Yaitu Batalyon Komando 464 Paskhas. Batalyon ini memiliki markas di Lanud Abd Saleh. Mereka memiliki anggota dan persenjataan yang luar biasa. Salah satu senjata paling canggih batalyon ini adalah Senjata Lawan Tank (SLT). Senjata ini baru dimiliki Batalyon Komando (Yonko) 464 Paskhas tahun 2017 lalu.
Komandan Yonko 464 Paskhas, Letkol Pasukan (Pas) Y Made Suarsono kepada Malang Post, mengatakan jika kekuatan senjata ini sudah teruji pada beberapa kali latihan. Di mana saat digunakan, SLT mampu menghancurkan dummy sebuah tank dari jarak 400-600 meter.
”Terakhir digunakan saat latihan antar satuan di Kabupaten Lumajang. Dummy tank itu betul-betul hancur, saat ditembak dari jarak 400 meter. Senjata ini memiliki sistem yang sangat canggih, dengan tingkat akurasi yang luar biasa,’’ katanya.
Dia mengatakan, SLT baru digunakan untuk latihan saja. Baik itu latihan perorangan, antar satuan, maupun latihan gabungan. Dan kemampuannya dalam menghancurkan sasaran memang diakui.
Selain SLT, Yonko 464 Paskhas juga memiliki senjata Meriam Penangkis Serangan Udara (PSU). Di mana senjata ini tidak kalah canggih seperti SLT.
”Kalau kemampuannya, senjata ini adalah mampu menangkis serangan udara dengan jarak 1 kilometer,’’ ungkapnya.
Made juga mengatakan, senjata-senjata yang dimiliki ini merupakan pendukung dari tugas Yonko 464 Paskhas.
Dia menyebutkan Paskhas merupakan satuan tempur darat dengan kemampuan tiga matra. Yaitu Udara, laut dan darat.
”Kami berada di bawah Wing 2 Paskhas. Bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan Paskhas sebagai pasukan matra udara untuk siap operasional dalam melaksanakan perebutan sasaran dan pertahanan objek strategis Angkatan Udara, pertahanan udara, operasi khusus dan khas matra udara dalam operasi militer,’’ tambahnya.
Made juga mengatakan, pihaknya memiliki Satuan Radar yang ditempatkan mulai dai Malang sampai dengan Biak.
Selama ini anggota Paskhas selalu terlibat dalam beragam operasi militer. Terutama di daerah-daerah rawan konflik.
”Anggota kami juga diterjunkan di Wamena, untuk mengatasi konflik yang ada di sana. Intinya adalah, kami bertugas untuk menjaga pertahanan, dan selalu menjaga keutuhan NKRI,’’ ungkapnya. Selain operasi di dalam negeri, anggota Yonko 464 Paskhas juga terlibat dalam beberapa operasi militer di luar negeri. Yaitu terbagung dalam misi perdamaian PBB anggota Yonko 464 Paskhas ikut misi perdamaian di Lebanon, Sudan serta beberapa negara lainnya.
Sementara itu selain Paskhas, TNI AU juga memiliki satuan luar biasa. Di Lanud Abd Saleh, ada tiga skadron yang membanggakan. Yaitu skadron 32, skadron 4 dan skadron 21. Skadron 32 adalah skadron dengan pesawat jenis C-130 Herculles.  Ada dua jenis pesawat Hercules yang dimiliki Skadron 32 Lanud Abd Saleh. Yaitu jenis cargo atau angkut dan tanker.
Komandan Skadron 32 Lanud Abd Saleh Letkol Pnb Suryo Anggoro mengatakan, untuk pesawat Hercules jenis angkut sejauh ini sering digunakan, untuk beragam misi kemanusiaan. Mulai dari melakukan evakuasi warga dari daerah bencana alam, sampai dengan mengevakuasi orang dari daerah konflik.
”Terakhir kami melakukan misi evakuasi di wilayah Wamena. Tidak hanya mengevakuasi warga dari Wamena ke Jaya Pura, Ambon, dan Biak. Tapi juga membawa warga Jawa Timur ke Malang,’’ katanya.
Sejauh ini, Suryo mengatakan tidak pernah mendapatkan kendala dengan pesawat-pesawat Hercules di Lanud Abd Saleh. Itu karena seluruh pesawat ini mendapatkan perawatan yang sangat baik.
”Dalam operasi itu ada jam terbang. Itu harus diperhatikan. Itu saja sebetulnya,’’ akunya.
Sementara untuk jenis tanker, Suryo pun tersenyum. Hercules jenis tanker ini hanya ada di markas Skadron udara 32. Lanud Abd Saleh. Pesawat ini memiliki kemampuan melakukan pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat tempur maupun pesawat lainnya. Seperti namanya, yaitu tanker, dalam pesawat ini juga ada tangki besar. Tangki tersebut menurut Suryo dapat menampung bahan bakar hingga 23 ribu liter.
Sementara untuk Skadron 4, merupakan skadron dengan pesawat jenis C- 212 Casa. Casa merupakan jenis angkut, seperti Hercules. Namun ukurannya lebih kecil. Pesawat ini juga kerap digunakan untuk beragam kegiatan operasi militer, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri.
Tidak hanya itu, pesawat casa juga dilibatkan dalam pemadaman kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan. Tubuh pesawat yang kecil, membuat pesawat ini mudah untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan hutan.
”Beberapa waktu lalu ada dua pesawat yang ikut dalam misi pemadaman Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dan Kalimantan. Karena memang memiliki kemampuan itu,’’ tambahnya.
Sedangkan skadron 21 sendiri merupakan skadron dengan pesawat Super Tucano. Super Tucano merupakan pesawat tempur buatan Embraer, Brazil. Sama seperti dua jenis pesawat lainnya. Pesawat Super Tucano juga kerap terlibat dalam operasi militer. Baik dalam negeri maupun luar negeri.(ira/ary)



Minggu, 01 Des 2019

Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS

Minggu, 01 Des 2019

Jangan Diskriminasi ODHA

Loading...