Wujudkan Pendidikan Berkelas Dunia | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 10 Des 2019,

Menginjak usia ke 74 tahun perayaan hari guru nasional pada 25 November lalu, menyisahkan beberapa hal menarik. Salah satunya adalah jumlah tenaga pendidik yang berperan dalam pembangunan peradaban bangsa. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2019) menyatakan bahwa guru berstatus PNS mencapai 1,5 juta. Sementara guru honorer mencapai 704 ribu, guru tetap yayasan 401 ribu hingga guru tidak tetap mencapai 141,724.
    Persoalannya diusia yang lumayan tua dan jumlah tenaga pendidik yang terbilang besar, apakah tenaga pendidik sudah memberikan pelayanan maksimal kepada peserta didik? Terlebih anggaran biaya di bidang pendidikan berdasarkan tahun 2019 ini mencapai Rp 200 Triliun. Angka yang terbilang sangat fantastis untuk mencapai tujuan pendidikan. Besarnya kucuran dana itu pula juga seiring dengan besarnya harapan guru untuk meraih kesuksesan penyelenggaraan pendidikan.
Jika ditelisik lebih jauh guru tidak hanya bertugas menransfer ilmu kepada peserta didik. Akan tetapi juga turut membangun karakter peserta didik dalam kehidupannya. Terlebih menginjak revolusi industri 4.0 ini, guru harus menjadi inspirator pemanfaatan kemajuan informasi teknologi secara bijak. Guru tidak boleh menyalahkan dampak negatif dahsyatnya perkembangan teknologi, akan tetapi mengarahkan pada pemanfaatan yang positif dari teknologi.
Pelaksanaan pembelajaran di sekolah harus didorong dengan pemantapan kompetensi sesuai kebutuhan pasar. Jangan sampai pembelajaran hanya menitikberatkan aspek kognitif semata. Terlalu banyak teori hanya akan menyulitkan adaptasi siswa di persaingan pasar dunia. Pendidikan harus menyiapkan benar anak didiknya sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Menginjak masa revolusi industri 4.0 ini, guru harus menunjang kompetensi berupa  penguasaan  berbahasa asing, bahasa koding, statistik, maupun psikologi.
    Di era menteri pendidikan dan kebudayaan baru ini pula muncul harapan besar bagi dunia pendidikan. Program baru apa yang akan muncul. Presiden Jokowi sendiri tentu tidak semerta-merta asal menunjuk menteri. Sosok Nadiem Makariem merupakan  mantan pimpinan Gojek di Indonesia. Ia merupakan sosok kombinasi anak muda kreatif dan menjadi sosok yang diharapkan mampu membawa visi digital dunia pendidikan di era industri 4.0.
Dalam pidatonya pada hari guru, pak menteri menyayangkan beban guru yang cukup berat. Ia menilai guru terlalu terbebani dengan administrasi yang begitu berat. Guru di Indonesia lebih banyak diberikan aturan ketimbang pertolongan. Hingga pada akhirnya membuat kurang maksimalnya implementasi pelaksanaan pembelajaran.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa guru memang memiliki kaitan yang begitu erat bagi keberhasilan pemdidikan. Sebaik apapun kurikulum dan sistem pendidikan yang ada, tanpa didukung mutu guru yang memenuhi syarat, maka semuanya akan sia-sia. Hal ini berarti guru sangat memegang peranan yang penting dalam penerapan kurikulum. Suksesnya sebuah implementasi kurikulum sehingga mencapai tujuan pendidikan tidak akan terlepas dari peran dan tanggung jawab seorang guru.
    Sejatinya guru secara utuh tidak hanya datang, mengajar lalu pulang. Seorang guru harus memahami bahwa pada setiap detik akan selalu ada perubahan iptek. Oleh karenanya menjadi guru harus selalu mengupdate keilmuannya agar tidak ketinggalan generasi peradaban. Tentu tidaklah lucu ketika guru tidak dapat mengoperasikan komputer atau proyektor di sekolah. Tanpa mengupdate keilmuan dan mengikuti perkembangan teknologi, maka proses pembelajaran yang tercipta akan cenderung kurang maksimal. Sebab guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus diperbarui dan dikembangkan secara dinamis.
    Selain mengupdate keilmuan, seorang guru juga harus menjadi sosok yang menginspirasi. Jangan sampai kedatangan guru di kelas menjadi suatu hal yang menakutkan bagi peserta didik. Kedatagan guru harus menjadi hal yang paling dinanti bagi peserta didik. Guna mewujudkan hal itu, maka seorang guru harus membuat bangga siswa. Salah satunya adalah melalui karya yang diciptakan berupa tulisan. Baik tulisan yang dimuat di media massa ataupun berupa buku yang dicetak penerbit. Secara tidak langsung, apabila hal itu terjadi maka siswa yang diajar akan turut termotivasi mengikuti kesuksesan seorang guru.
    Seorang guru juga harus memiliki compleated learning, berupa kekayaan inovasi dan kreativitas dalam setiap pembelajarannya. Jika pembelajarannya menarik, maka seberapa lama pun guru berada di kelas maka tidak akan menjadi masalah bagi peserta didik. Sayangnya tidak sedikit kenyataan di lapangan masih ada pembelajaran yang kurang menarik. Bahkan masih menggunakan metode ceramah yang terpusat kepada guru. Tentu jika hal ini masih terjadi akan menjadi sebuah ironi bagi perkembangan pendidikan di Indonesia yang ke 74.
    Terakhir adalah memperbaiki etos kerja. Selain memiliki sikap disiplin, seseorang guru harus memiliki militansi dalam bekerja. Guru berkelas dunia adalah mereka yang bekerja tanpa banyak mengeluh dengan berbagai keadaan. Mulai dari masalah siswa, fasilitas, hingga tunjangan. Terlepas dari berbagai masalah yang dihadapi, jangan sampai pula berimbas pada pelayanan peseta didik. Oleh karenanya menjadi seorang guru perlu ketulusan hati dan dedikasi tinggi yang nantinya akan membawa keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Dengan memiliki beragam wujud kelebihan tersebut, pada akhirnya guru berkelas dunia adalah yang mampu memosisikan dirinya sebagai pribadi yang layak digugu lan ditiru. Anak-anak bangsa akan mengenang gurunya sebagai sosok yang sarat inspirasi, motivasi, dan teramat dicintainya. Hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan guru yang menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Semoga di usia ke 74, para guru di Indonesia dapat menghasilkan bibit-bibit unggul generasi penerus bangsa.(*)

Penulis
Nama            : Mochamad Amsori
Pekerjaan        : Guru Bahasa Indonesia di SMK                       Muhammadiyah 7 Gondanglegi
Alamat Rumah    : Dusun Krajan Plaosan Rt. 5 Rw. 1 Desa                   Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang
Email            : mochammadamsori@gmail.com

Editor : Redaksi
Penulis : mp





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...