Wujudkan Mimpi Menjadi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 23 Jan 2020,

Dies Natalis Ke-14 Poltekkes RS. dr. Soepraoen Malang 

MALANG - Poltekkes RS. dr. Soepraoen Malang terus berbenah demi peningkatan mutu tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Memasuki usianya ke-15 tahun, Poltekkes RS. dr. Soepraoen Malang bersiap diri untuk menjadi institut. Rencana tersebut sudah mendapat restu dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, dengan nama Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS. dr. Soepraoen Malang. 
"Mimpi kami mewujudkan kampus ini menjadi institut, insya Allah sudah disetujui oleh LLDIKTI VII Jatim," kata Direktur Poltekkes RS. dr. Soepraoen Letkol CKM. Arief Efendi, SMPh., SH., S.Kep., Ners , MM., M.Kes. dalam acara Dies Natalis ke-14 Poltekkes RS. dr. Soepraoen Malang, Rabu (22/1) kemarin.
Ia mengatakan, izin pergantian nama politeknik menjadi institut sudah mencapai 70 persen. Tinggal menunggu pelaksanaan visitasi dari Kemendikbud yang rencananya akan dilaksanakan Februari  mendatang. "Kalau prosesnya lancar insya Allah pada Maret mendatang, kami sudah menjadi institut," ungkapnya. 
Kenaikan tingkat dan perubahan nama Poltekkes RS. dr. Soepraoen menjadi Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS. dr. Soepraoen merupakan langkah menyesuaikan diri dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menegah (RPJP & RPJM) Kementerian Pendidikan, sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan bangsa Indonesia. Salah satu langkah penyesuaian tersebut dengan meningkatkan status kampus dari Politeknik menjadi institut. 
"Banyak yang perlu kita lakukan untuk penyesuaian ini. Yang jelas program-program yang akan dikembangkan harus ada relevansinya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," terang Arif. 
Pria asal Tuban ini menambahkan, setelah nanti resmi berubah nama, Poltekkes RS. dr. Soepraoen menjadi institut berasa universitas. Meskipun kampus institut, varian program studinya terdiri dari berbagai bidang. Tidak hanya satu bidang seperti institut pada umumnya. "Kami tidak hanya rumpun kesehatan, tetapi juga ada teknik dan sainsnya, jadi lebih universal," kata dia. 
Arif menuturkan setidaknya ada tiga syarat dasar untuk menjadi institut. Pertama sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mengelola prodi. Minimal ada lima dosen berkualifikasi S2 yang linier. 
Untuk prodinya Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS. dr. Soepraoen, nantinya memiliki tambahan empat prodi S-1, yakni S1 Farmasi Klinik dan Komunitas, S1 Fisioterapi, S1 Keperawatan Plus Profesi Nurs sebagai perkembangan dari D3 Keperawatan saat ini, serta S1 Teknik Informatika. 

Syarat kedua menjadi institut kurikulum yang sesuai amanat Kementerian. "Kalau di kami ada muatan lokal yang dapat menjadikan lulusan kampus ini semakin lebih baik. Misalnya dasar-dasar disiplin kemiliteran, supaya mahasiswa punya sifat tanggap, tangguh dan trengginas," paparnya.
Dan syarat ketiga, lanjut Arif, sarana berupa kelas dan laboratorium yang tata kelolanya sesuai persyaratan sebuah institut. Untuk bidang sarana ini, ia telah siap dengan gedung baru yang kini telah berdiri megah di belakang RST. Soepraoen. 
Kemajuan pesat Poltekkes RS. dr. Soepraoen terlihat sejak tahun 2017, tepatnya sejak Arif menjabat sebagai direktur. Dalam tiga tahun terakhir, Poltekkes RS. dr. Soepraoen telah membuka prodi-prodi yang dibutuhkan masyarakat, antara lain Sarjana Terapan Kebidanan, Profesi Kebidanan, D3 Farmasi Dan D3 Rekam Medis. "Selain meningkatkan kualitas di internal, kami juga melakukan pengembangan. Semoga tahun ini mimpi Poltekkes RS. dr. Soepraoen menjadi institut bisa terwujud," harapnya. (imm/sir/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : imam



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...