Wisuda Polinema Terbaik Tahun 2019 | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 03 Nov 2019, dibaca : 1059 , aim, asa

Diterima Kerja Sebelum Wisuda

Mahasiswa dengan raihan IPK terbaik adalah Ita Muflichah, A.Md.Ak dari prodi DIII Akuntansi, dengan raihan IPK mencapai 3,93. Menariknya, Ita yang saat ini sudah diterima pada Kantor Akuntan Publik di Sidoarjo ini awalnya sempat tertinggal dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar pada masa awal kuliah. Hal tersebut disebabkan karena ia berasal dari jurusan IPA ketika SMA.
"Pengalaman awal dapat nilai paling buruk, akhirnya saya mikir bagaimana biar bisa mengejar ketertinggalan itu," ujar gadis asal Sidoarjo ini.
Hingga Ita akhirnya bisa beradaptasi dengan sistem pembelajaran di prodi yang ia pilih. Ita sendiri merupakan salah satu mahasiswa  yang mendapat beasiswa Bidikmisi. Rencana setelah ini ia memilih lebih fokus untuk bekerja, sambil mengumpulkan biaya untuk melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi.


Buat Aplikasi Deteksi Kematangan Pisang

Posisi terbaik kedua diraih oleh Nafianta Budi Purnomo, S.Tr.Kom dengan raihan IPK 3,88, yang berasal dari program studi D4 Teknik Informatika. Mahasiswa yang akrab disapa Navi ini memiliki topik unik sebagai bahan skripsinya. Navi membuat aplikasi image processing, yang bisa mengidentifikasi tingkat kematangan dari buah pisang.
"Awalnya saya mengajukan berbagai judul skripsi tapi ditolak, kemudian dosen pembimbing saya meminta saya mengangkat isu yang terdekat. Jadi saya coba mencari disekitar saya," ujarnya pada awak media, Jumat (1/11).
Menariknya, dia mendapatkan ide untuk membuat aplikasi tersebut dari ibunya, yang dalam kesehariannya menjual jajanan nogosari, dan ternyata sering kesulitan untuk mendeteksi kematangan pisang. Padahal pisang yang sudah terlanjur terbeli harus diolah sesegera mungkin untuk diolah menjadi nogosari. Untuk itu, gagasannya kali ini tidak hanya untuk menyelesaikan skripsinya, tapi juga sekaligus memecahkan persoalan yang dihadapi sang ibu.


Teliti Penyebab Black Out Pertamina Cepu

Mahasiswa dengan IPK terbaik ketiga adalah Syarifatul Izza, M.Tr.T dari S2 Teknik Elektro yang meraih IPK 3,84. Gadis asal Sukun Kota Malang ini, meneliti terkait dengan penyebab dari Black Out yang terjadi di Pertamina Cepu. Mahasiswi yang akrab disapa Izza ini mengangkat judul 'Analisis Kestabilan Transien Pada Generator Sinkron Menggunakan Metode Nyquist'. Proses pengerjaannya pun dilakukan tepat waktu.
"Sempat mengalami kesulitan selama pengerjaan, semisal ada trial eror, itu biasanya kita harus dilakukan sampai menemukan hasil yang lebih baik. Tapi akhirnya bisa dilalui dengan kerja keras dan disiplin," pungkas sulung dari tiga bersaudara ini. (asa/aim)



Minggu, 03 Nov 2019

Polinema Pertahankan Akreditasi A

Loading...