Wisata Berbasis Kearifan Lokal | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 657 , bagus, fino

Kekayaan tradisi, alam dan budaya Indonesia, sangat berpotensi menarik perhatian wisatawan. Savira Trisna Fitriani, Putri Berbakat dari Putra-Putri Batik Nusantara, menganggap potensi destinasi wisata dimiliki oleh semua daerah. Dalam konteks sebagai warga Malang, Savira menganggap bukan cuma Kota Batu yang bisa menjadi destinasi.
“Bagi saya, semua daerah berpotensi menjadi destinasi wisata, terutama apabila ada kerjasama yang baik antara masyarakat lokal, dan pejabat daerahnya,” ungkap gadis 23 tahun ini kepada Malang Post.
Menurut mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Perancis ini, sinergi antara warga yang memahami kearifan lokal dan pemangku kebijakan, akan sangat vital.
Menurutnya, semakin rekat sinergi antara warga dan pemerintah soal wisata, semakin besar potensi kesuksesan sebuah daerah dalam mengembangkan wisata. Wanita yang juga seorang model tersebut menjelaskan, pengelolaan objek dan destinasi wisata dipengaruhi pula oleh kesepahaman antar kedua belah pihak ini.
“Jika dua pihak ini bisa mengelola dengan baik, serta paham akan sebab dan akibat dari keberadaan tempat wisata yang ada dan sudah dibuat, saya rasa semua daerah bisa menjadi potensi destinasi wisata,” tandas 10 besar Raki Jawa Timur 2016 tersebut.
Dengan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan pemerintah di bidang wisata, Savira sangat paham soal pentingnya peran masyarakat.
Dia merinci, pola pikir masyarakat dalam memandang wisata, sangat berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan destinasi wisata. Karena, masyarakat ini pula yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan, untuk mengelola dan berperan langsung di dalam objek wisata.
Alumnus SMAN 2 Malang ini melanjutkan, sukses penyelenggaraan lokasi wisata, tetap berpegang pada kekuatan masyarakat dalam melindungi keaslian dan keunikan destinasi. Wanita yang hobi acting dan menyanyi tersebut menyatakan, tidak ada wisatawan yang kerasan di objek wisata kumuh.
“Titik utama proses penyelenggaraan lokasi wisata, adalah kemampuan mengendalikan kondisi lingkungan,” ujarnya.
Kunci dari wisata bagi Savira, yaitu membikin wisatawan yang kali pertama datang, merasa kerasan. Setelah merasa kerasan dan nyaman, pada kunjungan berikutnya, mereka akan kembali lagi berwisata ke destinasi tersebut.
Lima besar Duta Brawijaya 2014 ini menambahkan, selama pengelola wisata sukses mengendalikan kebersihan dan kesehatan di lingkungan destinasi, wisatawan akan kembali. “Kesehatan dan keberlangsungan hijau, serta keasrian lingkungan yang terjaga, bakal mendatangkan wisatawan,” tutupnya.(fin/ary)



Kamis, 14 Nov 2019

Suka Pengalaman Baru

Kamis, 14 Nov 2019

Antara Pendidik dan Penyanyi

Loading...