MalangPost - Waspadai Ancaman Stroke Pada Generasi Milenial

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Waspadai Ancaman Stroke Pada Generasi Milenial

Sabtu, 23 Nov 2019, Dibaca : 804 Kali

MALANG - Penyakit stroke mengancam generasi milenial. Dinkes Kota Malang bekerjasama dengan IDI dan organisasi profesi lainnya, menggelar seminar kesehatan menghindari stroke di usia produktif, di Ijen Suites Hotel, Kota Malang, Sabtu (23/11). Sekitar 650 peserta, dari berbagai elemen milenial hadir untuk mendapat paparan dari tiga pemateri ahli.
“Era ini, stroke semakin menjalar ke generasi muda usia produktif. Data pasti Kota Malang masih belum terhitung pasti, tapi secara nasional, 1 persen penduduk Indonesia sudah terkena stroke. Kami gelar seminar ini karena ingin mencegah stroke di kalangan usia muda,” ujar Arif Wiramukti, Ketua Panitia HKN ke-55 Kota Malang, kepada Malang Post.
Arif yang juga berasal dari organisasi profesi apoteker menyebut, peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan kampus-kampus, serta praktisi rumah sakit dan klinik. Seminar kesehatan ini, mendatangkan pemateri kunci yang membahas tiga dimensi penyakit stroke, yaitu dimensi klinis, psikologis dan gizi.
Dokter spesialis untuk penyakit stroke asal RSSA Malang, dr Eko Arisetijono SpS (K), ahli gizi RS Hermina Tangkuban Perahu, Mustika Arum SGz RD, serta Prof Dr Umi Dayati MPd, akademisi sekaligus motivator. “Ini merupakan upaya promotif dan preventif, demi mencegah terjadinya stroke di kalangan anak muda,” tandas Arif yang juga berdinas di Puskesmas Kendalkerep Jalan Raya Sulfat Kota Malang.
Lewat peserta seminar, Arif berharap ada diseminasi atau penyebaran informasi secara sporadis tentang bahaya stroke yang kini mengincar anak-anak muda dan usia produktif. Seminar ini, sekaligus membagikan tips dan trik menghindari stroke di usia produktif. Tips-tips inilah yang bisa dibagikan oleh para peserta seminar kepada orang lain.

Baca juga :

Rajut Kebersamaan Melalui Lomba Paduan Suara

Seriusi Tiga Corak Khas Batik Bunulrejo


Beberapa tips yang dibagikan dalam seminar ini oleh pemateri, antara lain menjaga pola hidup sehat, jaga pola makan, istirahat cukup, serta menjaga agar pikiran tidak stres. “Habis diputus pacar itu pengaruh, anak muda yang betah melek main game itu bisa juga, karena kurang tidur dan pikiran terforsir untuk konsentrasi serta fokus. Serta, pola makan tidak baik,” tambah Arif.
Lingkungan kerja penuh tekanan, juga ikut andil meningkatkan potensi stroke kepada generasi produktif. Sementara itu, Sekda Kota Malang, Wasto menyebut seminar kesehatan untuk mencegah stroke di usia produktif ini sangat bermanfaat. Karena, dia merasa generasi milenial Kota Malang perlu tahu agar tidak sampai mengalami stroke di usia muda.
Apalagi, generasi produktif yang memiliki kontribusi bagi Kota Malang dan Indonesia. “Eman, sangat disayangkan kalau usia muda sudah terkena stroke. Karena itu, seminar kesehatan ini sangat positif dan penting. Harusnya masih bisa kerja, berkarya, tapi karena terkena stroke, jadi berkurang kinerjanya, kan eman,” tandas Wasto.
Dia menyebut, seminar ini juga dihelat karena terinspirasi adanya pasien usia 26 tahun, seorang muda yang masih produktif, mengalami stroke.(fin/adv/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Fino