Warga Bonangan Pakis Gelar Barikan Suro | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 918 , halim, fino

BERSIH DESA : Warga Dusun Bonangan bersama Babinsa Pakis saat gelar tradisi Barikan.

MALANG –Warga Dusun Bonangan Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, mempunyai tradisi budaya Barikan. Tiap bulan Suro, warga menghelat ritual Barikan. Prosesi adat yang dihelat sudah secara turun temurun ini diadakan di petren Dusun Bonangan, Pakis.
Rangkaian acara adat Barikan diawali dari pembersihan area punden dan petren. Setelah pembersihan petren dan punden, acara dilanjutkan dengan istigosah oleh para tokoh agama dan tokoh adat selama semalam suntuk. Setelah istigosah, arak-arakan dan ritual Barikan yang diikuti oleh para pemangku desa.
Mulai dari Kades Sumberkradenan, Babinsa Koramil Pakis Desa Sumberkradenan Sertu Asep, tokoh agama serta tokoh adat. Tradisi ini diiringi seni budaya jaran kepang Satrio Bonang Rejo serta seluruh masyarakat Dusun Bonangan. Achmad Zaini, Kades Sumberkradenan menegaskan Barikan adalah upaya melindungi warisan budaya dari leluhur.
“Pelestarian budaya peninggalan nenek moyang seperti Barikan dan pembangunan tempat yang dianggap bersejarah, perlu lebih diperhatikan lagi,” ujar Achmad Zaini. Setelah ritual dan pengikraran, acara ditutup dengan tahlil singkat dan doa, dilanjutkan dengan pementasan tari Remo di bawah naungan induk kesenian jaran kepang Satrio Bonang Rejo.
Babinsa Koramil 0818/25 Pakis Desa Sumberkradenan Sertu Asep mengapresiasi kegiatan pelestarian budaya islami dan akulturasi budaya jawa ini. Menurutnya, tradisi warisan budaya perlu dilestarikan. “Dengan melestarikan budaya ini tiap Suro ini, semua akan terus mengingat budaya leluhur yang penuh makna falsafah hidup dan pesan moral,” kata Asep kepada Malang Post, Kamis.
Sehingga kelak anak cucu masyarakat, akan tetap bisa menikmati budaya asli Indonesia. Asep juga berharap, uri-uri budaya ini bisa menjadi perlawanan terhadap gerusan arus budaya asing yang semakin gencar mengikis moral generasi muda. Dia menegaskan, generasi saat ini, akan digantikan oleh para generasi muda.
“Jangan sampai generasi muda hancur karena kebudayaan yang bertentangan dengan adat ketimuran. Sebagai orang tua, harus selalu membimbing dan mengawasi anak masing- masing agar tidak terjerumus ke dalam jurang sesat, seperti narkoba,” pungkasnya.(fin)



Senin, 16 Des 2019

Gondanglegi Kena Trase Tol

Loading...