MalangPost - Walikota Sutiaji Puji Bagus Pelaksanaan UTBK, Rektor Nuhfil Merasa Plong

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Walikota Sutiaji Puji Bagus Pelaksanaan UTBK, Rektor Nuhfil Merasa Plong

Selasa, 07 Jul 2020, Dibaca : 2592 Kali

MALANG - Pelaksananan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi negeri (SBMPTN) Tahun 2020 pada hari pertama Minggu (5/7/2020) berjalan di luar prediksi dari Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Nuhfil Hanani AR MS dan Walikota Malang, Sutiaji. Kekhawatiran mereka terjadi penumpakan peserta tidak sampai terjadi sewaktu pelaksanaan UTBK.       

   Baca juga : 5 Persen Tingkat Ketidakhadiran

Baik Nuhfil dan Sutiaji merasa plong dengan kondisi ini. Pada hari pertama UTBK ini, Walikota Sutiaji terjun langsung ke lapangan untuk meninjau langsung kesiapan UB dan Universitas Negeri Malang (UM) dalam pelaksanaan UTBK.

“Alhamdulillah saya rasa UB sungguh-sungguh sangat siap menjadi tuan rumah. Pelaksaanaan UTBK di sini sangat bagus. Peserta sebelum masuk lantai 1 gedung ujian harus cuci tangan dulu, kemudian dicek suhu dan masuk ke ruang transit dengan duduk berjarak," ujar Sutiaji.

Sedang barang ditinggal di ruang transit. Jadi peserta hanya membawa map berisi kartu peserta dan lainnya. Semua juga sesuai prosedur yang diterapkan Covid-19. Tempat duduknya juga berjarak sekitar satu meter. Setelah itu, peserta baru cuci tangan dan masuk gedung. Sebelum itu, mereka dicek suhunya. Semua pantia juga menjalani rapid test,

"Kunjungan saya kali ini, untuk memastikan apakah protokol kesehatan Covid-19 telah diterapkan dengan baik, sesuai dengan surat permohonan yang diajukan beberapa waktu lalu" ujar Sutiaji.

Sutiaji tak ingin UTBK menjadi kluster baru penyebaran Covid-19, sehingga ia menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan UTBK. Bayangan saya sebelumnya, lanjut Sutiaji, ada penumpukan peserta ketika menaiki lift, ternyata sudah difilter dengan baik. Secara keseluruhan sudah bisa diatur dengan bagus.

Sutiaji meninjau mulai tahapan peserta datang, cuci tangan, dilakukan thermo gun, peserta meletakkan tas, menggunakan sarung tangan, dan masker medis bukan kain, masuk ruang transit, antrean masuk lift/ruangan, hingga duduk di depan komputer.

“Di Fakulats Kedokteran (FK) tadi sudah bagus dan bisa diseragamkan untuk semua gedung. Contohnya di Filkom, ketika transit seharusnya tas sudah tidak dibawa, tinggal masuk ruangan saja, dan tas tidak boleh ditumpuk agar tidak terjadi transmisi antar-tas,” jelas Sutiaji.

Sutiaji juga menambahkan bahwa penggunaan komputer antara sesi pertama dan sesi kedua dapat bergantian. Artinya komputer yang digunakan pada sesi pertama dan sesi kedua itu berbeda, sehingga dapat menghindari transmisi virus melalui komputer. Penyemprotan menggunakan desinfektan pun lebih maksimal.

Jumlah pendaftar UTBK di UB adalah 19.859 orang, dengan menggunakan 56 ruang laboratorium komputer dengan total kapasitas 2.180 komputer yang terbagi ke dalam 17 lokasi di dalam Kampus UB. Penggunaan komputer harus separo ruangan, seperti 20 komputer hanya dipakai 10 komputer per sesi berdasarkan jarak. Setiap hari pelaksanaan UTBK sebanyak dua sesi yaitu sesi pertama pada pukul 09.00-11.15 WIB, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 WIB.

 

Sama halnya dengan pelaksanaan UTBK di UM; satu ruangan maksimal hanya diisi oleh 15 peserta; dengan tujuan untuk menjaga physical distancing pada masing-masing peserta.

Didampingi Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol. (Inf) Tommy Anderson; Walikota Sutiaji mengunjungi UM dan berdialog dengan Rektor UM sesaat sebelum sesi kedua pukul. 14.00 WIB dimulai.

Evaluasi pelaksanaan UTBK yang sudah sesuai prosedur protokol Covid-19 dan Sutiaji merasa puas ini juga disampaikan Sutiaji kepada para dekan di UB sebelum dia meninggalkan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom).

"Saran walikota akan kami tindaklanjuti rapat siang ini dan diperbaiki di sesi ujian kedua, sehingga protokolnya sama dengan di FK," kata Nuhfil Hanani.

 

Dikatakan Nuhfil, protokol kesehatan saat pelaksanaan UTBK di semua fakultas di UB sudah baik. Namun, ada kekhawatiran juga apabila barang peserta dititipkan di satu titik. “Jika di FK, barang di ruang transit juga berjarak, sehingga diharapkan bisa menghindari transamisi virus" kata Nuhfil yang mengaku surprise dengan pelaksanaan UTBK sesi pertama ini.

Nuhfil pun berseloroh bahwa kampus UB ternyata sepi. “Padahal saya sempat khawatir nanti ada banyak orang ngumpul," pungkas Nuhfil.

 

Pantauan di lapangan, kampus UB lengang usai seluruh peserta masuk ruangan.

Setiap sesi dijadwalkan ada 1.090 orang ikut ujian. Gerbang kampus juga ditutup.(jof/roz)

Editor : Redaksi
Penulis : Rozi