Wali Kota Desak PDAM Percepat Normalisasi Aliran Air | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 10 Okt 2019, dibaca : 630 , muhaimin, sisca

NORMALISASI: Petugas PDAM Kota Malang mengawasi normalisasi saluran air dari pipa induk setelah dilakukan perbaikan.

MALANG – Keluhan banyak pelanggan PDAM Kota Malang terkait air yang tidak mengalir pada saat terjadinya kerusakan pipa induk PDAM di Desa Pulungdowo, Tumpang, Kabupaten Malang, mulai 6 Oktober lalu, mendapat perhatian Wali Kota Malang Sutiaji. Kamis (10/10) kemarin pagi, Sutiaji mendatangi kantor PDAM untuk mengetahui apa yang terjadi dengan pipa induk PDAM yang rusak sehingga membuat 26 ribu pelanggannya kesulitan air bersih selama beberapa hari. Air mengalir kecil hingga tidak sama sekali hingga kemarin. Kerusakan pada pipa induk di wilayah Pulungdowo sejak 4 hari yang lalu, tidak hanya bocor, ternyata juga ada kesalahan pemasangan pipa. 
"Sudah saya cek, memang ada kebocoran pipa induk. Debit air yang masuk besar tidak cocok dengan pipa yang terpasang di salah satu jalur. Harusnya pipa untuk debet 10 yang masuk 13 (jumlah tekanan debit air,red) nya," tegas Sutiaji kepada Malang Post.
Ia meminta PDAM Kota Malang mempercepat normalisasi yang dilakukan, setelah perbaikan pipa selesai dilakukan. Seharusnya dalam kurun waktu 6 hari dikerjakan, ia minta dipercepat. 
"Hari ini (kemarin, red)  saya minta normalisasi di seluruh wilayah terdampak," tegas wali kota berkacamata ini.
Menurutnya,  perbaikan-perbaikan memang sudah dilakukan. Pipa baru pun sudah dipasang dan saat ini PDAM Kota Malang diketahui sedang melakukan normalisasi untuk mengeluarkan angin yang ada di pipa-pipa saluran. 
Saat ditanya kesalahan pemasangan pipa bagaimana sampai terjadi, Sutiaji menjelaskan jika pipa yang terpasang itu merupakan pipa bantuan. Diakuinya, pipa yang  terpasang tidak sesuai dengan peruntukannya. 
Ia menjelaskan, pipa yang pecah kemudian bocor tersebut seharusnya dipasang di bagian bawah bukan dibagian atas (bagian dekat dengan sumber,red). Sehingga ketika debit air yang masuk besar, pipa ini tidak mumpuni kemudian pecah mengakibatkan kebocoran. Kemudian berdampak pada gangguan aluran air. 
"PDAM sudah punya alat detektor untuk pipa-pipa yang rawan. Untuk itu saya minta dipercepat hari ini (kemarin, red) harus normalisasi semua daerah," pungkasnya.
Melalui akun resmi PDAM Kota Malang, seluruh wilayah terdampak sudah mulai dilakukan normalisasi. Beberapa kawasan seperti di Sawojajar, Gadang, dan BTU sudah mulai mengalir air. Kawasan lain seperti Kelurahan Bumiayu belum semuanya. 
Direktur PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas sebelumnya sudah menegaskan, proses normalisasi aliran memang tidak bisa langsung mengalir ke seluruh sambungan rumah. Karena butuh pengisian tandon dulu yang sebelumnya kosong lalu mengalir ke rumah-rumah berdasarkan posisi terendah di kawasan daerah terdampak.
”Secara perlahan ke rumah yang posisinya di dataran tinggi sesuai gravitasi,” terangnya. (ica/aim)



Sabtu, 07 Des 2019

Anggaran Naik kok Banjir Terus

Sabtu, 07 Des 2019

Jalani Hobi yang Dibayar

Loading...