MalangPost - Wali Kota Batu Resmikan Pasar Sayur, Pedagang Tempati Kios Gratis

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Wali Kota Batu Resmikan Pasar Sayur, Pedagang Tempati Kios Gratis

Senin, 17 Feb 2020, Dibaca : 10692 Kali

BATU - Pasar Sayur diresmikan Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si Senin (17/2) . Pasar Sayur di Jalan Dewi Sartika ini selanjutnya bisa ditempati 274 pedagang mulai Rabu (19/2). Pedagang ini menampati setiap bedak atau los secara gratis.


Pembangunan pasar tersebut menjadi langkah Pemkot untuk menggeliatkan kembali aktifitas jual beli dan memberikan fasilitas kepada pedagang dan pembeli.  Pembangunan juga dilakukan Pemkot dengan tujuan mempercantik Pasar Sayur sebagai pasar wisata.
"Harapan kami, pembangunan ini tidak hanya menarik minat masyarakat berkunjung dan belanja kebutuhan, tetapi juga mengembalikan era keemasan pasar sayur. Sekarang pasar sayur sudah cantik dan kondisinya sangat nyaman," ujar Dewanti Rumpoko.


Ia menerangkan, proses pembanguanan Pasar Sayur sangat panjang. Pihaknya besyukur semua proses telah terlewati. Fasilitas yang masih perlu dibenahi seperti instalasi air akan diperbaiki pengembang selama masa perawatan enam bulan.
"Selama proses perawatan, kami sampaikan ke pedagang agar melaporkan kekurangan. Tujuannya, kekurangan itu segera ditindaklanjuti pengembang," bebernya.


Dewanti menerangkan, masyarakat cenderung menyukai berbelanja tempat nyaman. Oleh karena itu perbaikan fasilitas pasar tradisional diperlukan agar pasar rakyat tidak sepi pembeli dan kegiatan ekonomi makin berkembang.
"Kami juga minta ke pedagang agar menjaga fasilitas. Jika ada kerusakan kecil cepat diperbaiki agar kerusakan tidak semakin parah. Sehingga tidak saling menunggu antara pedagang dengan pemerintah," imbuh politisi Partai PDIP ini.


Selain itu, ia juga meminta agar pedagang menjaga kebersihan pasar agar lingkungan pasar agar nampak rapi dan nyaman. Dengan begitu pembeli akan semakin ramai.
Ditambahkan, pasar sekitar empat hektar berdiri di atas lahan aset Pemkot. Setiap perbaikan yang dilakukan Pemkot, pedagang tidak ditarik biaya. Pedagang hanya retribusi yang nantinya juga kembali berupa fasilitas kepada pedagang.


Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu, Arief Setiawan menambahkan, sebelum dilakukan pembangunan kondisi pasar sayur sangat memperihatinkan. Pasar tersebut terkesan kumuh dan semrawut.  
"Saat ini kondisi pasar sudah sangat layak. Semoga pembangunan menjadi berkah untuk semuanya, baik itu pedagang, pembeli dan terpenting kebaikan seluruh masyarakat Batu," papar Arief.


Ia menjabarkan dalam Pembangunan Pasar Sayur tahap II memiliki nilai kontrak Rp 5,040 miliar. Pembangunan meliputi pengadaan konstruksi atap baja, pembangunan kios dalam pasar sejumlah 136 terdiri atas 96 unit kios berukuran 3x3 meter dan 40 kios berukuran 3x5 meter. Saat ini jumlah kios dan los berjumlah 274 unit. (eri/adv/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdianto