Wali Kota Ajak Maba ITN Jadi Entrepreneur | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 10 Sep 2019, dibaca : 1074 , vandri, asa

MALANG - Mahasiswa baru (maba) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang diarahkan menjadi entrepreneur. Konsep ini bisa terwujud karena sistem pendidikan yang diberlakukan di kampus tersebut. Apalagi sejak maba didampingi ketat sehingga terwujud generasi berprestasi tanpa narkoba
Harapan besar pun dititipkan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Orang pertama di Pemkot Malang itu menyampaikan secara langsung saat memberi pembekalan 1.118 maba peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) ITN Malang, Senin (9/9).
Sutiaji mendorong mahasiswa ITN Malang ciptakan lapangan kerja baru dengan menjadi entrepreneur. Sebagai mahasiswa yang mendalami ilmu teknik, besar potensi untuk berwirausaha. Sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.
"Mahasiswa saat ini harus mengasah kemampuannya sebagai pribadi yang hebat, sudah bukan musimnya menggantungkan diri kepada orang lain. Saya yakin teman-teman mahasiswa ITN bisa menciptakan lapangan kerja baru di Kota Malang,” pesannya.
Ia yakin hal itu bisa terwujud karena ITN memiliki inkubator atau wadah untuk melahirkan wirausahawan.
Sutiaji mengatakan, setiap generasi muda saat ini mempunyai potensi yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Sebab, hampir segala lini kehidupan generasi muda sekarang
didukung berbagai macam teknologi canggih. Hal inilah yang dapat mendorong perkembangan generasi muda menjadi jauh lebih baik.
"Teman-teman di sini pasti semua punya handphone. Harapannya jangan hanya digunakan untuk sekadar chat atau berkomunikasi biasa. Harus bisa memaksimalkan potensinya, bisa untuk bisnis atau merintis start up. Kita harus contoh mereka yang sudah menguasai era ini, seperti Jack Ma pendiri Alibaba," paparnya.
Sutiaji juga memotivasi maba ITN untuk berjuang meraih kesuksesan sejak usia muda. Disampaikannya, kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya, tanpa perjuangan keras dari setiap pribadi. Untuk itu maba harus bisa memimpin dirinya sendiri, dan mengelola waktu dengan sebaik-baiknya.
Mantan Wawali Kota Malang ini mengapresiasi PKKMB ITN Malang. Sebab menurut dia, padat dengan kegiatan-kegiatan positif. Contohnya pembekalan berbagai macam wawasan yang berkaitan dengan sistem pembelajaran.
"Paradigma dari beberapa perguruan tinggi termasuk ITN, lebih banyak mengenalkan tentang kepemimpinan mahasiswa. Tidak ada lagi ploncoan, lebih mengutamakan pesan-pesan moral, untuk integritas kuat. ITN Malang luar biasa, termasuk program-programnya, semua punya binaan masing-masing," pujinya.
Sementara itu, Rektor ITN Malang Dr. Ir. Kustamar, MT mengingatkan maba untuk menggunakan proses PKKMB sebagai sarana menyesuaikan diri dalam menempuh pendidikan di ITN. Sejak menginjakkan kaki di ITN Malang, kedisiplinan dan perjuangan untuk mengasah diri harus semakin ditingkatkan.
"Serangkaian PKKMB beberapa hari mendatang harus diikuti dengan disiplin, karena disiplin adalah kunci dari kesuksesan. Kurikulum di ITN Malang dirancang untuk tepat empat tahun, baik dosen maupun mahasiswa harus bersinergi. Jangan sampai gagal," pesannya.  
Ditambahkann 1.118 maba ITN Malang dikawal ketat sebagai generasi berprestasi tanpa narkoba. "Ada sedikit perubahan dengan tahun sebelumnya, sejak tahun pertama kita saring hingga tahun kedua tetap kita awasi. Jadi walaupun sudah kuliah tetap kita kawal," jelasnya kepada Malang Post.
Kustamar menjelaskan, maba akan terus dikawal hingga tahun kedua menempuh studi di ITN Malang. Secara berkala para mahasiswa nantinya akan dites urine menggunakan metode sampling.
Kemudian ditambah berbagai upaya preventif lainnya seperti pembekalan wawasan antinarkoba. Di sisi lain, jumlah maba ITN tahun ajaran baru kali ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Bahkan pada tahun ini terdapat sekitar 1.567 pendaftar yang kemudian disaring hanya menjadi 1.118 maba. Mereka lalu mengikuti serangkaian PKKMB sampai akhir minggu ini.
Hari pertama hingga hari kedua akan dilalui dengan PKKMB tingkat perguruan tinggi
selama dua hari. Setelah itu pendidikan bela negara dua hari, dan pengenalan kehidupan kampus tingkat fakultas digelar sehari.
Pada hari pertama PKKMB , maba ITN juga diajak untuk mencintai lingkungan dengan menanam pohon di lingkungan kampus
Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Dr. Widyo Winarso, M.Pd
memuji ITN. Pasalnya menjadi salah satu perguruan tinggi  yang sudah memenuhi ketentuan pelaksanaan PKKMB.  PKKMB sejak empat tahun sebelumnya telah menggantikan konsep Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang sempat cenderung kental dengan aroma senioritas dan kekerasan.
"Program ini sebenarnya masih pengganti OSPEK. Sudah empat tahun yang lalu kita mengganti menjadi PKKMB. Kenapa kita ganti, karena ingin mengubah paradigma OSPEK yang identik dengan kekerasan,” kata Widyo Winarso.
Kini lanjut dia, diganti dengan yang lebih manusiawi. “Jadi didekatkan ilmu,  dijauhkan dari kekerasan fisik. Bahkan kekerasan verbal pun dilarang," sambungnya usai memberikan paparan wawasan kehidupan kampus kepada maba ITN Malang.
Dijelaskannya, ketentuan PKKMB memang dari pusat. Namun muatan materi yang diberikan kepada maba, sepenuhnya wewenang perguruan tinggi. Muatan materi tersebut bisa berupa kesadaran bernegara, sistem berpendidikan tinggi yang komprehensif hingga bagaimana belajar di perguruan tinggi. Selain itu bagaimana mengenali kampus yang berbeda dari sekolah jenjang sebelumnya. (asa/red/van)



Loading...