Wali Kota Ajak Kampus to Kampung | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Wali Kota Ajak Kampus to Kampung

Selasa, 21 Jan 2020,

MALANG – Wali Kota Malang Sutiaji mengajak seluruh perguruan tinggi di Kota Malang untuk bersama-sama membangun Kota Malang melalui  konsep Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui program Kampus to Kampung, harapannya satu perguruan tinggi memiliki satu kampung binaan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan dan lingkungan.
Tidak hanya perusahaan swasta yang ada di Kota Malang yang menunjukan kepeduliannya dan kontribusi pada warga sekitar, Perguruan Tinggi (PT) pun juga ditunut memberikan kontribusi yang sama. Hal ini yang ditekankan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji pada Forum Rektor “Pembahasan Potensi CSR PT di Kota Malang” dihadapan puluhan rektor dan pimpinan PT se Kota Malang di ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (21/1) kemarin.
“Harapannya dapat memberikan kontribusi seperti beasiswa pendidikan, bidang lain juga seperti sosial, kesehatan hingga lingkungan. Agar sinergi dan berkelanjutan dalam kerjasama saling memberi kontribusi,” papar Sutiaji.
Dijelaskannya, hal yang paling ditonjolkan pada peningkatan program beasiswa bagi warga asli Kota Malang yang tidak mampu. Sutiaji menegaskan PT di Kota Malang bisa memberikan porsi pada warga Kota Malang yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan dengan bantuan beasiswa.
Sistemnya seperti lelang, Pemda akan menyiapkan data anak tidak mampu usia sekolah per tahunnya. Perguruan tinggi akan ditawari, berapa siswa yang mampu diberi beasiswa di masing-masing kampusnya tersebut. Di Kota Malang ada 60 PT dengan jumlah mahasiswa sebanyak 242.151 mahasiswa.
“Jadi nanti mampunya berapa. Yang penting dapat membantu warga tidak mampu di Kota Malang,” tegas Sutiaji.
Tidak hanya itu, Pemkot Malang juga merencanakan adanya program Zonasi Kampung Asuh agar dapat di MoU ke PT se Kota Malang. Program ini akan memberikan kesempatan PT untuk “mengasuh” daerah sekitar lingkungan kampus mereka berdiri.
Misalnya, sebuah kampus yang ada di Kecamatan Klojen akan memberikan program-program binaan pada kelurahan di zona kampusnya berada yakni di kawasan Klojen. Sementara kampus lain yang berada di kawasan kecamatan lain bisa melakukan hal sama pada kelurahan di zona nya sendiri.
Program ini diampu dalam satu konsep besar yakni “Kampus to Kampung”. Konsep ini diharapkan dapat diterima sehingga bisa dikerjasamakan.
“Saya mengimbau jadikan Kota Malang sebagai laboratoriumnya kampus. Baik penelitian dan pengabdian masyrakat melalui pentahelix kita aktifkan semua peran potensial,” tegasnya.
Sementara itu Prof Dr Ir M Bisri MS, mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang mengatakan, apa yang diusulkan dan disarankan dalam forum rektor akan ditampung dan dikemas agar menjadi sebuah program yang sinergis satu sama lain.
Dikatakannya goal dari Forum Rektor bagaimana PT dan Pemkot Malang dapat menciptakan konsep tematik untuk pengembangan SDM di Kota Malang.
“Goalnya akan diperjelas. Akan dibuat tematik. Misalkan kampus mana tema kontribusinya apa. Misalkan ada program peningkatan kualitas kampung dan sebagainya,” tegas Bisri.
Forum Rektor ini dihadiri Rektor UB Nuhfil Hanani, Rektor UMM Dr Fauzan, Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang, Prof Dr H Suko Wiyono,  Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si,  Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri, dan lainnya. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : fFrancisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...