MalangPost - Waka Kesiswaan SMK Negeri 6 Malang

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Waka Kesiswaan SMK Negeri 6 Malang

Selasa, 24 Sep 2019, Dibaca : 2025 Kali

Disiplin menjadi kunci utama meraih sukses. Apalagi di era revolusi industri 4.0, semuanya dituntut bergerak cepat dan tepat. Tidak ada lagi istilah santai atau slow motion. Semua bidang harus maju dan berdaya saing. Tentu saja kemajuan satu bidang tergantung pada kualitas Sumber Daya Manusianya. SDM yang memiliki greget atau tidak. Mau unggul atau menerima apa adanya.
Jika harus memilih, guru sebagai tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap anak didiknya, pasti memilih yang pertama. Harus unggul.
Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak bisa diam. Harus berani mengambil langkah strategis dan melakukan terobosan untuk melatih anak didiknya menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Yang berani mengambil peran dan berani keluar dari zona nyaman, out of the box.
Itulah yang dilakukan SMK Negeri 6 Malang. Sekolah ini sejak awal tahun ajaran pertama menerapkan sistem Taruna Aksata. Satu sistem pendidikan dengan aturan disiplin tingkat tinggi. Setiap hari siswa masuk sekolah tepat pukul 06.00 WIB. Tidak ada kata terlambat. Aturan ini sudah ditetapkan sekolah. Bagi yang terlambat, termasuk pelanggaran.
Memang aturan ini masih diberlakukan untuk kelas 10 saja. Karena SMKN 6 Malang ingin mengangkat konsep baru yang tujuan akhirnya melahirkan generasi yang siap dengan segala tantangan. Dan konsep tersebut harus dimulai secara bertahap.
Memang tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Baik dari kalangan siswa sendiri, maupun guru. Karena bisa dibilang aturan ini sedikit lebih ekstrim. Sebab pada umumnya waktu masuk sekolah pukul 06.30 WIB.
Apalagi aturan ini belum berlaku secara merata. Baru untuk kelas 10. Pada mulanya memang ada protes dari siswa. Karena kakak kelas mereka tidak diberlakukan aturan yang sama. Oleh karena itu harus ada motivasi atau penjelasan yang berkesinambungan hingga siswa mengerti.
Sebab lagi-lagi semuanya dihadapkan pada pilihan. Mau maju atau begini-begini saja. Sementara era informasi industri butuh individu yang cakap dan disiplin. Latihan ketarunaan menjadi salah satu upaya yang paling efektif dalam menyambut era revolusi industri 4.0.
Maka dari itu,  SMKN 6 Malang yang berkomitmen untuk maju harus siap dengan segala tantangan. Guru harus merapatkan barisan. Sinergitas dan komitmen sebagai pendidik harus lebih diperkuat untuk melahirkan lulusan yang handal.
Sementara ini, yang mengawal penuh program Taruna Aksata, masih dari bidang kesiswaan. Sebab guru pun butuh proses menyesuaikan diri. Namun di waktu yang akan datang, tidak mustahil harus satu langkah mencapai satu tujuan.
Karena mencapai visi misi, tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dan support dari semua pihak. Wali Kelas, Ketua Jurusan dan Bagian Konseling menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk mensukseskan program tersebut.
Termasuk orang tua siswa. Sebab bagaimanapun juga siswa berangkat sekolah dari rumah. Tanpa peran orang tua yang mendukung program lembaga, anak pasti keteteran dan setiap hari bisa terlambat.
Program Taruna Aksata tidak lain sebagai upaya untuk mencapai tujuan SMKN 6 dalam mencetak lulusan yang memiliki empat nilai kepribadian. Yaitu menjadi pribadi yang jujur, tangguh, ulet dan tanggung jawab. Taruna Aksata diyakini sebagai program yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Dimana di dalamnya ada pendidikan tentang bela negara, teamwork dan lain sebagainya.
Jumlah siswa kelas 10 sebanyak 864 siswa. Sekolah menargetkan jumlah keterlambatan siswa maksimal dua persen dari jumlah tersebut. Angka tersebut hingga kini terus diperjuangkan. Karena pembiasaan butuh proses dan tahapan yang tidak singkat. Jika belum terbiasa, pukul 06.00 WIB sampai sekolah, merupakan usaha yang tidak mudah. Jika sudah berjalan dengan baik, diharapkan siswa kelas 10 akan menjadi senior dan mampu memotivasi adik kelas mereka.
Sebab kecerdasan intelektual bukan prioritas sekolah. Dan bukan juga kebutuhan utama industri. Yang dibutuhkan adalah empat nilai itu, jujur, tangguh, ulet dan tanggung jawab. Dampak dari diterapkan program masuk pagi, memberikan dampak yang signifikan terhadap tatanan sekolah. Secara otomatis persiapan menyambut siswa juga harus diselesaikan lebih pagi. Mulai dari kebersihan, piket upacara atau apel, kerapian kelas hingga persiapan parkir kendaraan siswa. (*)

Editor : mp
Penulis : guru