MalangPost | Wajib Pajak Bisa Dapatkan Insentif Pajak secara Daring

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Wajib Pajak Bisa Dapatkan Insentif Pajak secara Daring

Selasa, 07 Apr 2020, Dibaca : 4206 Kali

MALANG – Guna mengurangi dampak ekonomi wabah Covid-19, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan insentif pajak. Wajib Pajak (WP) bisa memperoleh insentif tersebut dengan menyampaikan pemberitahuan atau permohonan secara online melalui website www.pajak.go.id dan mengikut beberapa langkah.


Setelah mengakses website tersebut WP wajib klik tombol Login di pojok kanan atas lalu memasukkan NPWP dan password, kemudian tab Layanan pada laman serta klik icon KSWP. Selanjutnya scroll ke bawah, pada bagian Profil Pemenuhan Kewajiban Saya lalu pilih jenis insentif yang ingin dimanfaatkan.
Pada pilihan tersebut WP akan mendapati beberapa jenis seperti Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP), Surat Keterangan Fiskal, SKD SPDN, Surat Keterangan (PP 23) dan lain sebagainya.
"Untuk melaksanakan pemberian insentif tersebut maka kami menentukan klasifikasi lapangan usaha wajib pajak berdasarkan SPT tahun pajak 2018 yaitu mengikuti KLU yang dicantumkan oleh wajib pajak pada SPT tersebut," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Hestu Yoga Saksama.


Apabila wajib pajak tidak mengisi KLU pada SPT dimaksud maka KLU wajib pajak ditentukan berdasarkan data KLU terakhir yang ada pada database (masterfile) DJP. Demikian pula jika KLU yang sebenarnya berbeda dengan KLU tercantum pada SPT 2018, maka WP dapat melakukan pembetulan KLU dengan cara pembetulan SPT.
Ketika SPT 2018 sedang atau telah dilakukan pemeriksaan sehingga tidak dapat dilakukan pembetulan, maka WP dapat melakukan permintaan perubahan data agar data KLU pada database DJP sesuai dengan kode KLU yang sebenarnya.
"Kami mengimbau wajib pajak yang bergerak di bidang usaha yang berhak mendapatkan insentif pajak sesuai PMK-23/2020," jelas Hestu.


Untuk itu bagi pelaku usaha yang belum menyampaikan SPT 2018 agar segera menyampaikan SPT 2018 dengan mencantumkan KLU yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hal ini dimaksudkan agar insentif tersebut dapat dimanfaatkan oleh para wajib pajak.
"Bagi wajib pajak yang baru terdaftar setelah 1 Januari 2019, kode KLU menggunakan kode KLU sebagaimana tercantum pada Surat Keterangan Terdaftar yang dikeluarkan oleh KPP tempat wajib pajak terdaftar," tutupnya. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Elpariyani