Video Perdamaian Unisma Pecahkan Rekor MURI | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 945 , rosida, asa

MALANG - Video perdamaian Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil memecahkan Rekor Muri dengan raihan views, like, subscribe, download dan share terbanyak. Video yang bertajuk Unisma untuk Perdamaian Indonesia dan Dunia ini disahkan dan dicatatkan sebagai pemecahan rekor oleh perwakilan Musim Rekor Indonesia di Gedung KH. Tolchah Hasan, Rabu (4/9).
"Ini bukan kali pertama kami mencatatkan rekor muri untuk Unisma karena sudah ada 6 rekor muri lain yang telah di catatkan, dan ini merupakan Rekor ke-7," terang Perwakilan dari MURI, Sri Widayati.
Lebih lanjut, Sri Widayati menjelaskan terkait dengan data capaian video yang diunggah pada platform youtube sejak hari Minggu (1/8) lalu ini berhasil mendapatkan 15.899 views, 3.815 like, 18.272 share, 4.568 download serta 6.000 subscribe.
Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa  Unisma sejak tahun 2014 setidaknya sudah berhasil memecahkan tujuh Rekor MURI. Video kali ini menjadi salah satu raihan prestasi tersendiri bagi Unisma.
"Kami yakin jika tidak unik tidak mungkin tercatat di Rekor Muri Dunia Indonesia. Ini juga merupakan kebanggaan untuk mahasiswa Unisma, bukti bahwa Unisma berprestasi dan akan tetap terus berprestasi"  lanjutnya.
Sementara itu, video Unisma yang berhasil  memecahkan rekor MURI kali ini berdurasi sekitar 2.33 detik, yang utamanya berisikan pesan-pesan Rektor Unisma yang menyerukan perdamaian untuk bangsa Indonesia dan juga dunia. Pada video tersebut disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam latar belakang, tak boleh ada yang menodai hal tersebut.
"Indonesia adalah bangsa besar, Indonesia adalah bangsa multikultural, Indonesia latar belakangnya dari berbagai macam etnis, dari berbagai macam budaya, dari berbagai macam agama, ini adalah merupakan kekayaan besar dari bangsa Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh adalah saudara kita, jangan sampai ternodai, jangan sampai ada yang disakiti," tandas Prof. Maskuri dalam video tersebut.
Lebih lanjut, ditekankan juga olehnya bahwa mahasiswa maupun alukni Unisma harus menjadi pelopor pemersatu bangsa. "Unisma harus menjadi pelopor perubahan, pelopor perdamaian, pelopor harmoni, pelopor toleran, dan ini harus hadir dari Unisma melalui anak-anakku sekalian," imbuhnya.
Tak hanya itu, dalam video tersebur juga ditampilkan flashmob dari 4.568 mahasiswa baru Unisma yang tengah mengikuti Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba). Flashmob dari maba Unisma tersebut menampilkan sejumlah formasi yakni mulai dari tulisan Unisma Aswaja, pola wajah KH. Hasyim Asyari, tulisan NU, hingga NKRI Harga Mati. (asa/oci)



Loading...