MalangPost - Varietas Jagung Unggul Bawa Arifin Noor Sugiharto Jadi Profesor

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Varietas Jagung Unggul Bawa Arifin Noor Sugiharto Jadi Profesor

Rabu, 24 Jun 2020, Dibaca : 1911 Kali

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan tiga profesor baru, Selasa (23/6). Yakni Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, MSc. Ph.D bidang Bioteknologi Pertanian, Prof. Dian Handayani, SKM, M.Kes, Ph.D bidang Ilmu Gizi dan Prof. Dr. Mohamad Khusaini, SE.,M.Si bidang Keuangan Daerah (Public Finance).


Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, MSc. Ph.D menjadi profesor ke-42 di Fakultas Pertanian dan profesor aktif ke-183 UB. Pria kelahiran Kudus 17 April 1962 ini meneliti tentang komoditas jagung dengan judul Mutasi Buatan dalam Pengkayaan Karakter Esensial dan Unik untuk Pengembangan Varietas Jagung Unggul.


Menurut Prof Arifin, Indonesia menjadi negara di urutan ke-10 di dunia dan tertinggi di ASEAN sebagai produsen jagung. Namun komoditas tersebut sampai sekarang lebih dikenal sebagai sumber pakan bukan makanan pokok.
"Karena selera kita lebih suka padi dan masyarakat merasa enak padi meskipun dari segi nutrisi lebih banyak jagung. Sehingga sasaran penelitian ini adalah rasa agar lebih disukai kemudian nutrisinya," ujar Prof. Arifin.


Untuk mencapai varietas yang diinginkan dilakukan perakitan varietas atau varietas futuristik artinya secara lingkungan bisa ditanam di mana-mana dan secara fungsional bisa untuk pakan maupun pangan. Untuk memperoleh komoditas jagung tersebut Prof. Arifin menggunakan Bioteknologi Pertanian menggunakan metode kajian fusi sel, induksi mutasi, transformasi genetik dan genome editing.


Menurutnya, metode Bioteknologi Pertanian yang masih banyak digunakan oleh banyak negara adalah induksi mutasi meskipun pada kenyataannya banyak kekurangan. Namun metode tersebut riset yang dihasilkan Prof. Arifin menunjukkan hasil mengejutkan bahkan bisa menghasilkan varietas Super Blue berwarna ungu serta mampu menghasilkan Anthosionin lebih tinggi.
"Kendalanya Anthosionin tidak mempengaruhi rasa, oleh karena itu saya masukkan gen ketan sehingga menghasilkan rasa enak," terangnya.


Tak hanya melalui metode mutasi tersebut Prof Arifin juga menemukan komoditas jagung Super Root yang memiliki karakteristik lebih kuat bahkan bisa tumbuh di pH 2.9. Selain itu riset yang dilakukan sejak 2007 lalu juga menghasilkan komoditas lainnya  seperti muatan Lethal Pink dan Candy Sweet Corn.
"Sampai sekarang kami sudah menghasilkan 13 paten, 4 di antaranya sudah rilis dan dikomersilkan," tegas Prof. Arifin. (lin/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Linda Elpariyani