Usaha Laundry Mangkrak Gara-Gara Krisis Air | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 21 Jan 2020,

MALANG - Jebolnya pipa jaringan Perumda Tugu Tirta Kota Malang pekan lalu membuat masyarakat wilayah yang masih terdampak sulit untuk mendapatkan pasokan air bersih. Salah satunya kawasan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.
Supply air yang diberikan oleh PDAM dirasakan masyarakat tersebut masih kurang bisa untuk memenuhi semua warga. Akibatnya dapat mengganggu serta merugikan aktivitas keseharian warga,  terutama bagi pengusaha pencucian pakaian atau laundry di daerah tersebut. Mereka menjerit karena usahanya merugi.
Pankey Laundry Kiloan & Dry Clean milik Elfiawati ini salah satunya. Hampir 10 hari sejak Sabtu (11/1) lalu hingga sekarang air PDAM masih mati. Hal ini mengakibatkan usahanya ikut merugi. Karena, dia harus menolak sekitar 50 persen pelanggannya lantaran pasokan air kurang mencukupi untuk mencuci pakaian.
“Saya harus menolak, padahal banyak yang datang minta untuk laundry, namun bagaimana lagi daripada dipaksakan malah menjadi beban berat nantinya," ungkap Elfiawati.
Ia menjelaskan, tidak bisanya menerima pelanggan itu lantaran air yang dibutuhkan harus menandon terlebih dahulu. Hal itu membutuhkan usaha yang lebih ekstra, selain itu juga masih kurang kurang dalam mencuci pakaian pelanggan.
"Karena airnya harus mengambil bolak – balik dulu, maka dari itu kami menolak beberapa pelanggan. Sehingga kita sesuai air yang ada saja," imbuhnya.
Menurut dia, krisis air kali ini adalah yang terparah selama empat tahun ia tinggal di kawasan Perumahan BTU, Blok KR 21. Karena, dalam waktu itu pula, air benar-benar mati total. Hal itu tentu menjadikan kerugian baginya.
Bahkan jumlah yang ia kerjakan setiap harinya menurun, yang biasanya mencapai kisaran 80-100 kg, kini berkurang di angka 30, 40 atau 50 kg saja per hari. Dalam waktu kurang lebih satu minggu ini saja, terkadang juga ada beberapa baju milik pelanggan yang harus molor dari pengerjaan.
"Ini paling parah, sudah satu minggu. Dulu pernah mati tiga hari, terus nyala lalu mati lagi. Tapi ini sama sekali nggak nyala. Memang, saya sebisa mungkin gak molor. Tapi kalau memang terpaksa molor, langsung saya konfirmasi ke pelanggan. Biasanya minta yang mau dipakai saja untuk didahulukan," urainya.
Selain Pankey Laundry Kiloan & Dry Clean milik Elfiawati, ada lagi usaha laundrian yang mesin cucinya mangkrak tidak digunakan akibat air Perumda mati. Namanya ialah Vinadzy Loundry milik Cici Indrasuwati Perum BTU KR.14 No. 15. Usahanya tidak bisa beroperasi karena sistem mesin cucinya harus tersambung langsung oleh Kran air.
“Setiap hari saya menolak pelanggan yang kemari, rasanya sedih rejeki saya tolak. Namun bagaimana lagi keadaanya seperti ini jadi kami sebagai warga harus menerima,” kata perempuan yang akrab disapa cici.
Diketahui, krisis air bersih yang dialami warga Kota Malang ini akibat dari jebolnya pipa jaringan air Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berada di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Sudah sepekan berlalu, namun upaya penanganan masih terus dilakukan oleh Perumda.(mp4/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agiem



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...