Urgensi Kesalehan Sosial di Tengah Merebaknya Pandemi Covid-19

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Urgensi Kesalehan Sosial di Tengah Merebaknya Pandemi Covid-19

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 1326 Kali

Puasa Ramadan dan perayaan Idul Fitri pada Tahun 1441 H/2020 M ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini puasa Ramadan dan perayaan Idul Fitri dilaksanakan dalam suasana penuh keprihatinan, karena bersamaan dengan sedang merebaknya pandemi Covid-19.
Setiap ibadah, khususnya ibadah makhdhah, termasuk puasa Ramadan, tujuan pokoknya adalah untuk membentuk insan yang bertaqwa.

Sebagaimana firman Allah:
 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Q.S. al-Baqarah : 183).

 

Esensi pokok yang terkandung kata taqwa tersebut ada dua, yaitu kesalehan ritual (individual) dan kesalehan sosial. Dengan demikian, orang yang bertaqwa itu adalah  orang yang di satu sisi memiliki kesalehan ritual, seperti rajin dan tekun melaksanakan ibadah salat, puasa, zakat, haji dan ibadah-ibadah makhdhah lainnya, di sisi lain dia juga mempunyai kesalehan sosial, yaitu memilki rasa empati, simpati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain. Kepedulian terhadap penderitaan orang lain ini akan menggerakkan hatinya untuk menolong dan memberikan bantuan terhadap orang lain.


Kesalehan sosial ini tidak kalah pentingnya dengan kesalehan ritual atau kesalehan individual. Hal ini dapat dipahami dari salah satu hadith  yang diriwayatkan oleh Imam bukhari di dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan Imam Ahmad di dalam Musnad-nya disebutkan:
Dari Abu Hurairah R.A. berkata: Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya ada seorang ibu yang dikatakan bahwa dia tekun dan banyak salat, puasa dan zakat (ditambah rajin melaksanakan ibadah-ibadah yang sunnah). Hanya saja ibu ini masih sering menyakiti hati tetangganya dengan ucapannya. (Mendengar pengaduan dari laki-laki tersebut) Rasulullah S.A.W. bersabda: “Bahwa ibu tersebut akan dimasukkan ke neraka. (Kemudian lak-laki tersebut melanjutkan), ada lagi seorang ibu yang lain, dimana dikisahkan bahwa ibu tersebut hanya sekadar melaksanakan ibadah yang wajib, yaitu puasa Ramadan, zakat dan salatnya (sedangkan ibadah-ibadah yang sunnah jarang, bahkan tidak pernah dilakukannya). Hanya saja ibu ini sering bersedekah dengan memberi makan anak-anak kucing, dan dia tidak pernah menyakiti hati tetangganya dengan ucapannya. (Mendengar pengaduan yang kedua dari laki-laki tersebut) Rasulullah s.a.w. bersabda “dia akan masuk surga”. (Musnad Ahmad, kit?b Musnad Ab? Hurairah, hadith nomor 9675).


Nilai sosial ini merupakan salah satu nilai yang sangat penting yang ditanamkan puasa Ramadan terhadap orang yang berpuasa, dengan harapan kesalehan sosial ini menjadi habit (kebiasaan) yang dapat diterapkan di dalam kehidupannya sehari-hari. Perasaan lapar dan dahaga yang dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa, sebagaimana sudah biasa dirasakan oleh para fakir dan miskin setiap harinya, akan menumbuhkan rasa kepedulian sosial, rasa empati dan simpati terhadap penderitaan orang lain, khususnya fakir dan miskin. Dari perasaan empati dan simpati inilah  akan muncul dorongan untuk menolong dan meringankan beban para fakir dan miskin. Karena itulah, sebagai realiasi kesalehan sosial ini, maka setiap jiwa yang mampu dan berkecukupan diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, khususnya di akhir bulan Ramadhan untuk diberikan kepada para orang yang berhak menerimanya (mustahiq), khusunya para fakir dan miskin.


Harta yang kita sedekahkan tidak akan berkurang. Di dalam hadith yang diriwayatkan oleh Muslim, al-Tirmidh?, al-D?rim? dan A?mad Rasulullah S.A.W. bersabda:
Dari Abu Hurairah R.A. bahwa Rasulullah S.A.W bersabda, “Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta”.


Bahkan manfaat sedekah ini dapat menolak bala’ dan menyembuhkan penyakit dengan izin Allah:
 “Obatilah oleh orang-orang yang sakit diantara kamu sekalian dengan bersedekah.” (HR. al-Baihaq? dan dinilai hasan oleh al-Ab?n?).

 

Ibnu Qayyim, di dalam bukunya ‘Uddatu al-??bir?n wa Dhakh?ratu al-Sh?kir?n, antara lain mengatakan bahwa menurut mereka (orang-orang terdahulu) bahwa manfaat sedekah banyak sekali, di antaranya adalah:
Bahwasanya bersedekah itu akan mencegah kematian yang buruk, mencegah bala’ (malapetaka), bahkan sungguh sedekah itu melindungi dari orang yang ?alim. Ibr?h?m al-Nakha’? mengatakan: orang-orang dahulu memandang bahwa sedekah akan melindungi dari orang yang suka berbuat ?alim; sedekah juga akan menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat kegembiraan hati dan menyebabkan hati yakin dan berbaik sangka kepada Allah.”


Di tengah merebaknya  pandemi Covid-19 sekarang ini solidaritas sosial dan kesalehan sosial sangatlah urgent, sebab dampak dari social distancing dengan pembatasan kegiatan tertentu  dan adanya keharusan melakukan karantina serta tinggal di rumah (lockdown) untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 jelas mempunyai dampak terhadap sektor ekonomi, dimana tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan karena adanya pemututusan hubungan kerja (PHK) dan juga berkurangnya, bahkan hilangnya, penghasilan para pedagang, khususnya para pedagang kecil.


Disinilah perlunya kesalehan sosial. Nilai sosial inilah salah satu nilai yang terkandung di dalam Puasa Ramadhan yang ditanamkan di dalam diri orang yang berpuasa.  Dengan merasakan dahaga dan lapar selama melaksanakan puasa, yang biasa dirasakan setiap saat oleh para fakir dan miskin, maka akan muncul perasaan empati dan simpati di dalam dirinya, yang selanjutnya akan menggerakannya untuk menolong para fakir dan miskin tersebut. Kesalehan sosial yang sudah ditanamkan puasa Ramadan ini diharapkan tidak hanya dimiliki selama puasa Ramadan saja, melainkan diharapkan menjadi akan habit (kebiasaan) di dalam kehidupannya sehari-hari  setelah selesainya puasa Ramadan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita (Taqabbalallahu minna wa minkum). (*)


Oleh : Drs. Syamsurizal Yazid, MA*
Dosen tetap Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Editor : Redaksi
Penulis : Opini