Unjuk Rasa, Tujuh Pelajar Positif Narkoba Ditangkap | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 360 , udi, net

PALEMBANG - Polda Sumatera Selatan meringkus 7 siswa berpakaian putih abu-abu yang diduga ingin membuat ricuh aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (30/9). Mereka kedapatan membawa batu, batang kayu, dan bambu serta positif mengonsumsi narkoba.
"Kita tes urine juga tadi dan hasilnya positif amfetamine. Pengakuan mereka konsumsi sabu dan ekstasi. Ada yang sudah lama dan ada juga yang mengaku baru mengonsumsi," ujar Kepala Sub Kekerasan Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Suryadi, Senin (30/9).
Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Bersatu menggelar unjuk rasa mengecam tewasnya dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara saat unjuk rasa beberapa hari lalu. Aksi dipusatkan di depan Mapolda Sumsel di Palembang.
Pantauan di lapangan, puluhan massa berseragam putih abu-abu dan pakaian bebas tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menumpang truk bak berwarna kuning dari arah Jalan Demang Lebar Daun dan turun di Taman Polda Sumsel. Tak jauh dari perempatan tempat para mahasiswa menggelar unjuk rasa.
Kedatangan puluhan massa tersebut mengundang perhatian aparat tak berseragam. Aparat itu lalu menghampiri para siswa. Kaget melihat belasan orang datang menghampiri, puluhan massa berseragam putih abu-abu tersebut melarikan diri sesaat usai turun dari truk ke arah Jalan Kasnariansyah, KM 5 Palembang. Massa meninggalkan bongkahan batu, batang kayu, bambu, bendera merah-putih, serta sejumlah poster bertuliskan menentang UU KPK dan RKUHP di Taman Polda.
Aparat lalu menangkap tujuh siswa. Sementara puluhan lainnya berhasil melarikan diri. Dari hasil pendataan, terdapat siswa dari 4 SMA dan SMK di Palembang yang ikut tertangkap. Suryadi mengatakan pihaknya sudah menyita barang-barang bukti berupa batu, kayu dan bambu yang diduga bakal digunakan untuk membuat rusuh. Pemeriksaan terhadap siswa yang ditangkap tengah dilakukan.
Beberapa kepala sekolah terlihat berdatangan memenuhi panggilan Kepolisian. Namun, mereka enggan memberikan keterangan. "Sekarang masih kita periksa. Mereka akan kita pulangkan tapi harus dijemput keluarga dan sekolah sebagai pelajaran bagi siswa lain yang akan melakukan hal serupa," kata dia.
Salah satu siswa, IZ (16) mengaku diajak teman untuk bergabung dalam unjuk rasa yang digelar mahasiswa di depan Mapolda Sumsel untuk menolak UU KPK dan sejumlah RUU lainnya. IZ mengatakan puluhan temannya juga ikut serta dalam aksi unjuk rasa. "Saya cuma ikut-ikutan saja. Katanya mau gabung demo dengan mahasiswa untuk menolak UU KPK," aku IZ.
IZ lalu membantah membawa batu dan kayu untuk membuat rusuh. Dia justru berkelit benda-benda tersebut adalah milik siswa dari sekolah lain. IZ tidak mengetahui batu-batu tersebut akan digunakan untuk apa. "Itu dibawa sama anak sekolah lain, saya enggak ikut-ikutan [bawa batu]," ujar dia. (cnn/det/udi)



Loading...