MalangPost | Unisma-Malang Post Tingkatkan Kerjasama

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Unisma-Malang Post Tingkatkan Kerjasama

Selasa, 14 Jan 2020, Dibaca : 771 Kali

MALANG - Universitas Islam Malang (Unisma) dan Malang Post berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama yang telah terjalin baik selama ini. Komitmen itu tercetus dalam diskusi gayeng antara Direktur Malang Post Hj. Dewi Yuhana  dengan Rektor Unisma Prof. Dr. Masykuri, M.Si di ruang rektor, Selasa (14/1).
"Terima kasih, sinergi Unisma dan Malang Post sudah sangat baik. 2020 harus ditingkatkan dan lebih baik lagi," ujar Masykuri yang didampingi Wakil Rektor IV, Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati MP.
Unisma termasuk kampus yang cukup paham dengan branding, melalui publikasi kegiatan dan prestasinya lewat korane arek Malang ini. Namun Hana -panggilan akrab Hj. Dewi Yuhana- mengingatkan, penguatan branding tidak bisa dilakukan oleh satu divisi Humas saja, tapi seluruh civitas akademik Unisma seyogyanya menjadi PR dan brand ambassador.
"Bila semuanya menyadari tugas ini, maka brand Unisma akan semakin kuat di masyarakat," kata Hana.
Beberapa kesepakatan pun dicetuskan dalam pertemuan itu, sebagai implementasi dari komitmen kedua belah pihak.  Lebih lanjut, Masykuri menuturkan, Unisma tidak henti-hentinya berinovasi. Banyak gebrakan dan terobosan hebat yang dilakukan oleh kampus ini untuk menjadi kampus unggul dengan ciri khasnya sebagai kampus Islam. “Saya tidak suka mengadopsi, tetapi lebih suka beradaptasi dengan kemampuan kita sendiri. Sehingga Unisma menjadi kampus unggul yang berbeda dari yang lain,” ucapnya.
Dalam memimpin Unisma, Masykuri memiliki ekspektasi menjadikan Unisma yang tercepat dan tidak mudah puas dengan apa yang dicapai. Sebab kata dia, sikap cepat puas dapat membuat Unisma lengah dan bisa tergeser oleh yang lain. “Maka saya tekankan kepada semua dosen dan civitas akademika agar kita jangan mengejar, tetapi harus melompat untuk menjadi yang terdepan,” tegasnya.
Istilah mengejar diartikannya sebagai upaya meniru lembaga lain yang lebih dulu melakukan, sehingga posisinya berada di belakang tanpa bisa lebih maju. Sementara melompat dianalogikannya sebagai terobosan yang efektif untuk menjadi unggul. “Kita harus bekerja secara simultan. Tiada hari tanpa perubahan dan harus ada percepatan yang bagus,” tegasnya. (imm/han)

Editor : Dewi Yuhana
Penulis : Imam Wahyudi