Unisma Usung Program KKN Tematik | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 23 Jan 2020,

MALANG - Univeristas Islam Malang (UNISMA) bulan depan akan kembali mengirimkan mahasiswanya melaksanakan tugas KKN-PPM semenster gasal 2019-2020. Program KKN Unisma kali ini berbasis tematik (KKN tematik). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN masih konvensional berbasis wilayah. 
Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menegaskan, konsep KKN tematik fokus pada satu bidang, sesuai permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah.  Misalnya bidang pendidikan anak usia dini, kesehatan, perekonomian atau yang lain. Sehingga tugas mahasiswa tidak bias pada masalah-masalah lain yang ada di masyarakat.  
"Mahasiswa KKN harus fokus pada satu bidang,  tidak boleh pecah pada yang lain," kata Maskuri, saat pembekalan KKN-PPM Tematik semenster gasal 2019-2020, Kamis (23/1) kemarin, di Gedung Pasca Sarjana Unisma.
Dalam kesempatan tersebut Maskuri memberikan orientasi tentang KKN tematik. Bukan lagi pembekalan. Ia mengatakan, kehadiran mahasiswa ke tengah masyarakat bukan sebagai kuli, tapi sebagai kreator yang mampu mengungkap satu permasalahan dan memberikan solusi bersama masyarakat. 
“Tunjukkan pada masyarakat bahwa Anda adalah para intelektual yang membawa bekal pengalaman dan keilmuan untuk mengungkap potensi dan mengembangkannya bersama masyarakat,” ujarnya.  
Menurut dia, KKN tematik satu bentuk perubahan yang ditunjukkan Unisma dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan tingkat tinggi saat ini. “Perubahan itu penting untuk menuju daya saing yang berkemajuan. Maka Unisma tidak boleh mempertahankan budaya yang selama ini tidak memberikan perubahan,” tuturnya.  
Saat pelaksanaan KKN-PPM nantinya mahasiswa akan dibentuk menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 10 mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Dengan demikian masing-masing mahasiswa dapat berperan sesuai bidangnya. 
"Karena orientasi kita tidak hanya output tetapi juga outcame. Sehingga tidak sekedar menggelar kegiatan yang tidak ada nilai manfaatnya,” kata dia. 
Selama masa KKN tambahnya, mahasiswa diberi tugas untuk menulis laporan yang berkaitan dengan aktivitas mereka. Oleh karena itu, Unisma menghadirkan Direktur Malang Post Hj. Dewi Yuhana  untuk memberikan bekal jurnalistik kepada mahasiswa, agar mereka tidak kesulitan dalam membuat laporan berupa berita.   
Sebelum masuk ke materi jurnalistik, Dewi Yuhana memberikan motivasi kepada mahasiswa dengan memberikan pengertian bahwa semua elemen kampus punya tugas membranding kampusnya, termasuk juga mahasiswa. “Memperkuat branding kampus ini tidak hanya tugas humas atau rektot, tapi juga mahasiswa,” terang Hana, sapaan akrabnya. 
Terkait materi jurnalistik, ia menjelaskan bahwa unsur berita tidak lepas dari rumusan 5W 1H (What, When, Where, Who, Why dan How). Kefaktualan dalam berita adalah ukuran yang sangat penting. “Membuat berita jangan ngarang, nanti malah menjadi hoax,” katanya. 

Sesi pembekalan materi jurnalistik ini berjalan seru dan komunikatif. Hana sebagai narasumber, menjadikan suasana forum tidak kaku. Komunikasi interaktif terjadi selama pemberian materi berlangsung. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan satu per satu unsur 5W 1H yang dipaparkan. (imm/adv/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : imam



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...