MalangPost - Unisma Rintis Fakultas Pertanian di Brunei Darussalam

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Unisma Rintis Fakultas Pertanian di Brunei Darussalam

Kamis, 29 Agu 2019, Dibaca : 1968 Kali

MALANG - Menindaklanjuti kerja sama internasional dengan Universitas Islam Sultan Syarif Ali (Unissa), Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. Maskuri, M.Si bertolak ke Brunei Darussalam, Rabu (28/8). Maskuri diundang setelah sebelumnya pihak Unissa hadir di Unisma untuk memulai jalinan kerja sama.
Unissa sebelumnya juga menjadi bagian Global Summit of University Leaders (GSoUL) yang dihelat Unisma awal tahun ini. Kali ini, Maskuri akan menjadi bagian dari Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Unissa terkait dengan tantangan yang dihadapi oleh Perguruan Tinggi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
"Tantangan yang dihadapi pada era ini sangat berat, kolaborasi internasional menjadi salah satu cara untuk terus meningkatkan kualitas akademik Unisma. Selama ini, oleh Unissa kita selalu diundang sebagai partner," kata Prof Maskuri ketika dihubungi oleh Malang Post.
Disampaikannya, bahwa pada momen FGD tersebut, ia akan mengulas terkait dengan humanisme dalam penerapan pembelajaran di era digital seperti saat ini. Sebab, Perguruan Tinggi tak hanya memiliki peran untuk mentransfer ilmu. Namun juga bagaimana membentuk generasi berkarakter yang mampu memberikan peran positif terhadap lingkungannya.
"Kita mau tidak mau memang harus berpikir out of the box, harus terus berinovasi. Tapi kita tidak boleh meningggalkan sisi humanisme yang harus dimiliki oleh generasi saat ini. Oleh karenanya, sistem pengajaran jarak jauh harus tetap diimbangi dengan pengajaran secara langsung," lanjutnya.
Menurutnya, pendidikan karakter tak bisa sekadar diterapkan melalui sistem pengajaran jarak jauh dalam jaringan (daring). Sebab transfer pendidikan berkarakter antara dosen dan mahasiswa harus melalui interaksi tatap muka secara langsung. Hal semacam ini harus diperhatikan, mengingat digitalisasi juga mampu mengikis sisi humanis dalam diri manusia.
"Penerapan pendidikan semacam itu tidak bisa seratus persen. Karena pendidikan karakter, cinta tanah air, dan lain sebagainya tak bisa hanya lewat online. Harus ada tatap muka secara langsung," imbuhnya.
Sementara itu, jalinan kerjasama antara Unisma dengan Unissa juga terkait dengan rencana pendirian Fakultas Pertanian yang sedang dirintis oleh Unissa.
"Unissa sejauh ini belum memiliki Fakultas Pertanian. Kemudian menggandeng Unisma yang memiliki Fakultas Pertanian dan sudah mumpuni memiliki berbagai prestasi," ungkapnya.
Sejauh ini, Fakultas Pertanian Unisma telah mampu menghasilkan produk-produk inovatif dan telah memberikan sumbangsih terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Seperti solusi persoalan bahan pengawet berbahaya dalam makanan, pengolahan limbah industri makanan, hingga penemuan-penemuan produk pertanian yang ramah lingkungan.
"Kita sudah jalin kerjasama dengan Unissa sebelumnya terutama pada Fakultas Pertanian. Bahkan saat ini, putra-putri sejumlah dosen Unissa telah menempuh studi di Fakultas Pertanian Unisma," tutupnya. (mg3/adv/oci)

Editor : Rosida
Penulis : agiem