Unisma Mantapkan Pendidikan Islam Multikultural | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 14 Okt 2019, dibaca : 300 , rosida, asa

MALANG - Ribuan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) diajak untuk memahami Pendidikan Islam Multikultural oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Azerbaijan Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA di Gedung Pascasarjana Unisma, Senin (14/10).
Beragam peristiwa intoleran yang berdasar pada perbedaan agama maupun perbedaan faham keagamaan belakangan sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya berujung pada tindakan kesewenang-wenangan dan kekerasan, yang akhirnya menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Hal tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran dan kerisauan dari lembaga pendidikan tinggi berbasis Islam seperti Unisma yang menjunjung tinggi toleransi dalam aspek kehidupan beragama maupun bernegera. Oleh karenanya, kedatangan Prof. Husnan kali ini memberikan spirit dan tambahan pengetahuan baru terhadap mahasiswa Unisma.
"Islam Multikultural adalah Islam madani, tapi juga multi. Karena, kita berasal dari bermacam-macam asal usul, dari suku-suku berbeda, etnik berbeda, gaya hidup berbeda. Namun tetap bersama menjunjung nilai-nilai Islam," tegasnya.
Prof. Husnan yang membagikan pengetahuannya terkait Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis ini juga memaparkan bahwa sosial kemasyarakatan memberikan pengaruh besar terhadap karakter dari setiap personal. Untuk itu, Islam Multikultural harus dipahami bersama sebagai perbedaan yang justru memperkuat persatuan.
"Sosial kemasyarakatan tidak bisa diputus satu sama lain, dan berpengaruh pada proses pembentukan karakter dalam diri manusia yang berbeda-beda. Di sinilah pentingnya Islam Multikultural itu," tandasnya.
Sementara itu, Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si menyebut bahwa pengetahuan semacam ini menjadi hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa Unisma yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi.
"Adat istiadat merupakan satu peninggalan dari nenek moyang. Menerapkan Pendidikan Islam Multikultural akan menjadikan kita sebagai manusia berkarakter dan menjunjung tinggi kebersamaan" tutupnya. (asa/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...