Unggulan Ganda Putri Gagal Juara - Malang Post

Jumat, 22 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 06 Okt 2019, dibaca : 2619 , parijon, fino

MALANG – Setelah melenggang dengan lancar sepanjang kompetisi, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta terjungkal di partai pamungkas ganda putri Yuzu Indonesia Masters 2019. Unggulan empat ganda putri itu, dipaksa menyerah dua set langsung oleh non unggulan sesama Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, di GOR Ken Arok, Minggu sore.
Dalam pertandingan terakhir gelaran Indonesia Masters 2019 di Malang, Della/Rizki sempat melakukan perlawanan sengit di set pertama. Mereka saling mengejar poin, walaupun akhirnya Della/Rizki tunduk dengan skor 23-21. Setelah turun minum, performa Della/Rizki tidak bisa menyamai energi non unggulan Siti/Ribka.
Akhirnya, pertandingan all Indonesian final berakhir untuk kejayaan dari Siti/Ribka dengan skor 21-15, dan menutup BWF Tour Series Super 100 di Malang, dengan waktu 38 menit saja. Sementara, pasangan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, harus mengakui keunggulan pasangan ganda campuran asal Tiongkok, Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian.
Dalam partai pemuncak ganda campuran, Adnan/Mychelle kalah setelah mengarungi satu jam pertandingan tiga set. Set pertama, Adnan tampak sering membikin kesalahan sendiri, dan berakibat poin hilang. Sebagai pemain kidal, Mychelle berupaya menutupi kekurangan rekannya dengan banyak memainkan bola-bola kontrol yang cerdik, dan mencuri poin dari placing ke area yang sulit dijangkau pasangan Tiongkok.
Namun, Guo/Zhang tampil lebih tenang sehingga set pertama dimenangkan oleh Tiongkok dengan skor 21-18. “Saya sering banyak mati sendiri, terlalu terburu-buru dan kurang sabar,” ungkap Adnan di GOR Ken Arok usai pertandingan. Memasuki set kedua, pasangan Indonesia tampil lebih dominan.
Adnan belajar dari kesalahannya di set pertama, dan tampil powerful dengan smash tajam yang memastikan kemenangan di set dua, skor 21-16 untuk Indonesia, sekaligus memaksakan rubber set. Pada set pamungkas, permainan pasangan Indonesia meningkat.
Bahkan, Adnan/Mychelle memaksakan match point hingga lima kali, sebelum akhirnya harus tunduk dari pasangan Tiongkok. Meskipun kalah, hasil ini jauh lebih baik daripada saat Adnan/Mychelle bertemu Guo/Zhang di Vietnam Open 2019. Dalam turnamen tersebut, Adnan/Mychelle dicukur dua set langsung, 10-21, 14-21.
Adnan mengaku belajar banyak dan melakukan banyak refleksi terhadap hasil dalam Indonesia Masters 2019 ini. Sejatinya, dia bisa menambah raihan poin, tapi karena kurang sabar, kesempatan mendulang poin di fase kritis menjadi hilang. Mychelle juga mengatakan hal yang sama.
Sepanjang laga, dia banyak mendorong Adnan untuk lebih sabar dan tidak bernapsu memburu poin. Mychelle mengungkapkan, kekalahan kali ini, adalah pelajaran yang berharga. Karena, saat mereka kalah dari pasangan Tiongkokini, Mychelle mengaku banyak faktor non teknis yang terjadi.
“Banyak non teknis ketika kalah di Vietnam, kami kurang fokus, terlalu bergantung satu sama lain, sehingga main jadi kurang enak. Kami belajar dari kekalahan itu, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,” tandas Mychelle.
Meski demikian, Mychelle mengaku tidak puas dengan hasil di Indonesia Masters 2019. Dia siap memakai laga di Malang, sebagai refleksi dan evaluasi, untuk tampil di Macau Open 2019, yang dihelat mulai 29 Oktober sampai 03 November 2019.(fin/jon)



Minggu, 06 Okt 2019

Unggulan Ganda Putri Gagal Juara

Loading...