Turun Jalan, Massa Tutup Perempatan Rajabally | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 29 Okt 2019,

MALANG – Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilakukan puluhan massa yang tergabung dalam Malang Bergerak melakukan aksi di kawasan perempatan Rajabally, Kota Malang, Senin (28/10). Aksi mereka sempat mengganggu pengguna jalan yang melintas dan menyebabkan kemacetan karena menutup perempatan Rajabally.

   Baca juga : Cegah Kanker Nasofaring dengan Resep Kacang Mete
Ketika melakukan aksinya, massa membuat lingkaran besar di perempatan. Sekitar 30 menit berselang, mereka melakukan aksi long march menuju gedung DPRD Kota Malang. Perempatan Rajabally merupakan salah satu akses jalan yang selalu ramai dengan kendaraan.
Humas aksi, Ali Amrin mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan untuk mengajak seluruh elemen gerakan rakyat di berbagai daerah di Indonesia untuk meneruskan perjuangan pada aksi massa sebelumnya. “Dalam momen sumpah pemuda kali ini, kami menyuarakan kondisi Indonesia hari ini, dengan menyatakan berbagai sikap dan tuntutan,” terang dia.
Ali melanjutkan, setidaknya ada 17 tuntutan yang disampaikan, ,mulai  penolakan pembahasan RUU KUHP, menerbitkan Perppu Pencabutan Undang-Undang KPK dan menghentikan tren kenaikan biaya pendidikan dan kesehatan.
“Salah satu yang paling urgent yakni terkait revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang sama sekali tidak berpihak pada kelas buruh,” jelas dia.
Menurutnya, dengan adanya aturan baru itu, dinilai pengupahan yang tertera tidak manusiawi. “Kami juga menolak politik upah murah bagi pekerja magang, kontrak maupun outsorcing,” terangnya.
Dalam aksi tersebut, mereka juga menuntut terkait urusan pertanahan (agraria). “Kami meminta untuk hentikan monopoli dan perampasan tanah rakyat
Serta, berikan jaminan tanah, modal, teknologi dan harga produksi yang layak untuk petani,” imbuh dia. (tea/aim)

Editor : aim
Penulis : amanda





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...