MalangPost - TUNGGU REGULASI U-20

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

TUNGGU REGULASI U-20

Senin, 27 Jul 2020, Dibaca : 1122 Kali

PT Liga Indonesia baru, melansir sejumlah aturan baru. Pada lanjutan kompetis Liga 1 2020, Oktober mendatang. Diantaranya, memainkan dua pemain U-20 di setiap pertandingan. Serta ada lima pergantian pemain.

Indonesia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, tahun depan, menjadi penyebab regulasi itu dibuat. Karena selama ini, banyak kontestan Liga 1, enggan memakai jasa pemain muda. Tambahan jam terbang pun, kian menjadi langka.

Ternyata bagi Arema FC, aturan itu justru disambut baik. Terutama kewajiban untuk memainkan dua pemain U-20, di setiap laga.

‘’Arema siap jika regulasi itu dijalankan. Tinggal menunggu arahan dari PSSI. Tapi untuk pergantian lima pemain, pasti disesuaikan dengan kondisi kompetisi dalam keadaan luar biasa. Pemain sudah lama tidak latihan. Kompetisi hanya berlangsung lima bulan, jadi relatif padat,’’ kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji, kemarin.

Terkait menurunkan pemain U-20, di skuad Singo Edan ini baru punya satu pemain. Titan Agung Bagus Fawwazi. Pemain kelahiran 5 Juni 2001 ini, sejak tahun kemarin, sudah gabung. Di posisi midfielder, tapi belum mendapat kesempatan tampil di laga resmi.

Dalam daftar pemai yang dilansir PT Liga Indonesia Baru, sebenarnya masih ada tiga pemain lagi, yang berusia 20 tahun, saat ini. Tapi pada 2021 nanti, sudah lebih. Seperti Andreas Fransisco, penjaga gawang. Muhammad Mifatul Ikhsan, defender. Vikrian Akbar Fathoni, midfielder.

Karenanya, skuad yang akan berulang tahun pada 11 Agustus nanti, siap menjaring pemain U-20, ketika regulasi sudah jelas. Pelatih Mario Gomez, punya kewenangan penuh dalam pemilihan pemain muda tersebut.

‘’Kami setiap saat sambil menunggu arahan dari PSSI. Menyiapkan pemain-pemain dari tim Arema U-20. Tim pelatih nanti yang akan menyeleksi mana yang layak masuk tim senior,’’ papar mantan wartawan ini.

Pada prinsipnya, tandasnya, beberapa pemain Arema U-20, siap jika harus naik ke tim senior. Tinggal menunggu kapan mereka mendapat ‘lisensi’ dari federasi, untuk bisa ditampilkan.

Editor : si
Penulis : ann