Tumpang Tindih, Program Pengentasan Kemiskinan Dievaluasi | Malang Post

Rabu, 29 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 23 Okt 2019,

MALANG - Angka kemiskinan di Kota Malang masih cenderung tinggi. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya pengentasan kemiskinan.  Menurut Wali Kota Malang, Sutiaji, sejauh ini yang menjadi permasalahan pengentasan kemiskinan adalah kurang lengkapnya database.
“Database ini penting, karena akurasinya jelas. Selama ini masih banyak tumpang tindih untuk melakukan pengentasan kemiskinan,” terang dia di sela-sela Rakor Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Selasa (22/10), di Balai Kota Malang.

   Baca Juga : Dishub Kejar Pelaku Pengrusakan Portal Jembatan Muharto
Menurutnya, timpang tindih tersebut terjadi lantaran ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyelenggarakan kegiatan namun tidak berkelanjutan. “Misalnya, ada dinas yang mengadakan pelatihan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Namun, tidak berkelanjutan. Hanya menjadi pengangguran terampil, ini yang harus dicari solusinya,” ujar pria berkacamata ini.
Nantinya, ia berharap, masyarakat yang telah memiliki skill bisa mendapatkan pekerjaan. Jika memang memiliki jiwa enterpreneur, akan diarahkan kepada perbankan dan OJK untuk mendapatkan pembiayaan. Namun, jika tidak memiliki jiwa enterpreneur bisa diarahkan ke hal yang lain. “Misalnya, bekerja di salah satu UMKM yang ada, menjadi salah satu tenaga terampil yang ada disana,” jelas dia.
Sehingga, ia berharap, bisa meningkatkan ekonomi mikro menjadi ekonomi kecil dan tidak berjalan di tempat saja. “Kami juga meminta perbankan untuk menggencarkan program lakupandai untuk mempermudah masyarakat melakukan transaksi perbankan,” imbuh dia.
Selain itu, pengentasan kemiskinan tidak hanya melalui sistem dan skala prioritas. Pihaknya saat ini juga fokus untuk menangani rentenir (bank titil). “Kami memiliki BPR Tugu Artha dan Baznas. Masyarakat bisa meminjam tanpa bunga,” jelas dia.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini, jumlah masyarakat miskin di Malang berkisar antara 34 ribu - 35 ribu jiwa atau setara 4 persen lebih dari jumlah seluruh warga Kota Malang, yang mencapai 900 ribu jiwa.(tea/aim)

Editor : aim
Penulis : amanda






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...