Truk yang Dicuri Dikembalikan, Sujud Syukur di Hadapan Kapolres | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Truk yang Dicuri Dikembalikan, Sujud Syukur di Hadapan Kapolres

Jumat, 17 Jan 2020,

MALANG - Mulyadi, 45, warga Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, sujud syukur saat menerima kunci truk fuso N 8842 UH miliknya. Kendaraannya ini sempat digelapkan oleh Anton, 40, warga Ketawang, Gondanglegi. Tapi, berkat Satreskrim Polres Malang dan Reskrim Polsek Bululawang, truk tersebut kembali.
Tak terkecuali, Anton yang kini menjadi tahanan Polres Malang karena dugaan penggelapan. Ketika menerima kunci dari Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung di halaman Polres Malang Kepanjen, Mulyadi hanya bisa berucap terimakasih dan berupaya bersimpuh di kaki Ujung, tapi dicegah.
“Truk saya dibawa dengan alasan dipakai mengantar makroni ke Tuban dan Lamongan pada 14 Desember 2019 lalu. Tapi, dua minggu tidak kembali. Ternyata truknya di Lombok. Saya lapor polisi, dan sekarang truknya kembali. Saya berterimakasih kepada Polres Malang,” ujar Mulyadi, kepada wartawan.
Dia memaparkan, Anton merupakan sopir yang pernah bekerjasama dengan familinya beberapa waktu lalu untuk menjadi pengemudi truk pengangkut tebu. Dengan referensi ini, Mulyadi tak segan menyerahkan truk miliknya, untuk dipakai memuat angkutan makroni ke Tuban dan Lamongan.
Namun, setelah menyewa selama setengah bulan, sampai akhir tahun 2019, truk tersebut tak kunjung dikembalikan oleh Anton. Saat ditelepon oleh korban, Anton meminta uang Rp 2 juta dengan alasan tak punya ongkos pulang. Tapi, begitu dihubungi lagi, nomor telepon Anton sudah mati.
Karena Anton sudah tak bisa dihubungi, Mulyadi akhirnya sadar bahwa dia menjadi korban penggelapan truk. Dia melaporkan hal ini ke Polsek Bululawang, yang diteruskan ke Polres Malang. Dalam operasi kejahatan jalanan pada Januari 2020, Satreskrim Polres Malang, berhasil melacak keberadaan truk yang ternyata berada di Mataram, Lombok, NTB.
Dia ditangkap 14 Januari 2020 beserta barang bukti truk. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan, tersangka dijerat dengan pasal penipuan penggelapan. “Tersangka dijerat pasal 372/378 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjra,” tutup Ujung.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...