Malang Post - Travel Sibuk Tenangkan Jamaah, Kemenag Kota Malang: Embargo Dibuka 14 Maret 2020

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Travel Sibuk Tenangkan Jamaah, Kemenag Kota Malang: Embargo Dibuka 14 Maret 2020

Sabtu, 29 Feb 2020

MALANG - Embargo pemerintah Arab Saudi terhadap semua jamaah yang akan berkunjung berdampak besar bagi travel penyedia jasa umrah. Salah satunya adalah menenangkan jamaah yang sementara batal berangkat karena sterilisasi Arab Saudi. Namun hingga Jumat 28/2), sejumlah pengusaha sepakat bahwa embargo sementara itu, demi keamanan jamaah umrah dari seluruh dunia.


Hariyono, pengelola Travel Happy Prima Wisata mengatakan bahwa dampaknya adalah penundaan pemberangkatan jamaah pada 7 Maret 2020. Di tempatnya, satu jamaah umrah, dipatok Rp 22 juta, itu tarif yang paling murah.
“Jelas berdampak embargo itu terhadap kami. Karena, ada pemberangkatan tanggal 7 Maret 2020 yang harus ditunda. Saya lupa berapa jumlah jamaahnya, tapi cukup banyak, ” kata Hariyono kepada Malang Post, dikonfirmasi Jumat malam (28/2).


Menurut kabar yang dia terima, pemerintah Arab Saudi bakal membuka embargo jamaah umrah pada pekan kedua bulan Maret 2020. Haryono mengatakan, waktu dua pekan itu dibutuhkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk memasang alat sterilisasi di tiap gerbang masuk menuju Arab Saudi.
Sembari menunggu kabar dari pemerintah RI dan Arab Saudi, Haryono telah berkomunikasi dengan para penyedia akomodasi, seperti pesawat, visa serta hotel, untuk menenangkan jamaah. Pasalnya, jamaah umrah juga tidak banyak protes karena mempertimbangkan risiko nekat berangkat ke tanah suci tanpa ada protokol kesehatan yang jelas dari Arab Saudi.
“Kami sudah komunikasi dengan penyedia akomodasi, dan gak ada masalah. Risiko juga, jamaah pun mikir kalau berangkat ke sana tapi tanpa pertimbangan penyakit itu,” tuturnya.


Sementara, Direktur PT Tiga Cahaya Utama, Effendi Bachtiar yang juga mengelola travel penyedia jasa umrah, meyakinkan jamaah demi membantu pemerintah RI dan asosiasi penyedia jasa umrah. Yaitu, menyampaikan informasi tentang sikap pemerintah kepada jamaah secara intens.
Termasuk, komunikasi dengan penyedia akomodasi. “Hal yang tidak kalah penting adalah upaya pemerintah dan asosiasi yang sedang membantu mediasi secara intens dengan penerbangan, penyedia visa, dan akomodasi lainnya untuk mendapatkan solusi yang tidak  membebani calon jamaah dan penyelenggara,” terang Effendi dikonfirmasi terpisah.
Dia menerangkan, tindakan dan kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk mengembargo jamaah umrah dari seluruh dunia, bukan karena sentimen negatif. Namun, Effendi meyakini pemerintah Arab Saudi melakukan langkah embargo karena mempertimbangkan keamanan jamaah.
“Yang penting tugas kita sekarang mengedukasi jamaah bahwa kebijakan sementara dari pemerintah Arab Saudi, untuk kebaikan keamanan jamaah. Kami optimis Arab Saudi berupaya secepatnya agar situasi normal. Karena, kalau tidak, itu kontraproduktif dengan visi 2030 Arab Saudi,” sambungnya.


Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Malang, Amsiyono mengakui bahwa Kemenag Kota Malang, meminta masyarakat dan jamaah umrah agar tenang. Karena, meski tak memiliki tupoksi untuk pelaksanaan dan pendataan jumlah jamaah umrah di Kota Malang, Amsiyono terus mengupdate informasi tentang embargo ini.
“Karena kami tak ada tupoksi untuk itu, kami tak bisa bicara banyak. Tapi, sebenarnya itu kan untuk kepentingan jamaah juga, karena itu, jamaah diimbau untuk tetap tenang, pemerintah saudi bikin embargo untuk masyarakat juga, biar ibadah nyaman aman,” sambung Amsiyono kepada Malang Post.


Menurut kabar terbaru yang dia terima, pemerintah Arab Saudi sudah mengirim rilis resmi tentang kapan embargo dibuka. “Kami lihat rilis dari pemerintah Arab Saudi, infonya 14 Maret 2020 sudah dibuka. Gak usah gelisah gak usah resah, semua sudah ditata oleh pemerintah. Semoga embargo jamaah secepatnya bisa dibuka,” tutupnya.(fin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...