Transportasi Hemat dan Bermanfaat | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 07 Okt 2019, dibaca : 603 , rosida, Gevzi

NAIK angkot lalu salah jurusan, supirnya ngantuk, desak-desakan, duh naik angkot gak seserem itu kok. Bagi beberapa Genzier, justru punya banyak cerita asik saat menumpangi public transportation ini. Itu sebabnya, meski sudah tergolong alat transportasi umum yang klasik, angkot masih digandrungi oleh para pelajar yang ada di Kota Malang. Memang beberapa angkutan umum seperti itu, masih terdapat stigma bahwa tidak aman dan nyaman untuk ditumpangi. Serta, bakal jadi lebih ribet, dengan segala kendala -kendala yang ada. Akan tetapi, sebenarnya banyak manfaat yang bisa diraih dengan menggunakan angkot loh.
Salah satunya seperti diungkap Maharani Apta Santika, Genzier asal SMAN 5 Malang. Melalui kebiasaannya naik Angkot, ia mengaku mempunyai hal-hal yang berkesan ketika bisa bertemu berbagai macam lapisan masyarakat. Dengan begitu, membuatnya bisa lebih mandiri bertahan menjalani roda kehidupan di tengah masyarakat.
“Bisa bertemu atau bersosialisasi dengan banyak orang, bermacam macam orang, berlatih hidup di tengah masyarakat luas. Bagian paling seru waktu bisa berinteraksi dengan banyak orang, sesama pelajar sampai sopir angkotnya juga. Jadi kenal banyak orang deh,” terangnya.
Lalu ia juga menambahkan bahwa dengan naik angkot, bisa lebih menghemat pengeluaran. Apalagi ketika daerah tempat tinggalnya sesuai dengan jalur angkot yang ditumpangi. Pasti enak banget dong!
“Karena naik angkot itu  bisa kapan saja, jadi tidak perlu saling menyesuaikan jadwal sama yang njemput dan dengan tarif yang murah sesuai juga dengan uang saku pelajar,” ujarnya sambil tersenyum.
Ada juga Genzier asal SMAN 9 Malang, Mumtazah Jubair. Dirinya juga mengaku mendapat banyak manfaat, ketika berkesempatan naik angkot yang sudah ia jalani sejak di bangku SMP. Terutama dari segi ongkos yang lebih murah, dibandingkan dengan ojek online.
“Enak naik angkot deh. Hmm  harganya yang relatif murah, bisa menghemat uang jajan daripada naik ojol yang lebih mahal. Lalu juga tidak kepanasan haha,” jelasnya.
Mumtazah sendiri, merasa banyak keseruan-keseruan yang didapatkan dengan naik angkot. Bahkan, ia mempunyai kenangan manis bersama teman-teman ketika waktu SMP dulu yang bakal sulit untuk dilupakan.
“Pas SMP dulu, banyak banget tuh anak yang naik angkot. Jadi kalau pulang sekolah, satu mobil angkot tuh dibooking buat anak sekolah semua. Nah serunya kita bisa bernyanyi bareng se-angkot, lalu juga bisa saling bercerita, juga ketawa-ketawa bareng. Meskipun keadaan macet dalam perjalanan pulang, bikin nggak terasa kalau sedang macet, tiba-tiba udah sampai aja gitu,” jelasnya.
Beda lagi dengan Asfada Kaifa, genzier asal SMPN 5 Malang ini mengaku dengan naik angkot bisa mengurangi dampak kemacetan. Apalagi kondisi lalu lintas Kota Malang yang sering terjadi kemacetan di titik-titik tertentu. Pasti bakal menguras waktu, ketika berangkat ataupun pulang dari sekolah. Lalu perjalanan hanya untuk menikmati pemandangan semraut dan polusi udara.  Enggak pingin seperti itu kan guys.
“Dengan Angkot, bisa mengurangi volume kendaraan yang ada. Apalagi kalau naik kendaraan pribadi seperti mobil, tapi isinya cuma satu orang, pasti bakal bikin macet deh,” ucapnya jengkel.
So meskipun eksistensinya terbayang-bayang oleh maraknya transportasi umum yang berbasis online. Namun, keseruan-keseruan dalam ketika naik Angkot bakal sulit dilupakan. Seolah-olah selalu ada cerita baru yang berkesan, untuk diceritakan kepada banyak orang. (*/oci)



Rabu, 11 Des 2019

Oh No! I Need My Ticket

Selasa, 10 Des 2019

Just for My Mom

Selasa, 10 Des 2019

Unjuk Gigi dalam Divisi

Loading...