Tour Guide Tak Ingin Jadi Penonton

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Tour Guide Tak Ingin Jadi Penonton

Kamis, 19 Mar 2020, Dibaca : 735 Kali

BATU - Tour guide atau pemandu/pramuwisata Kota Batu tak ingin menjadi penonton di daerah sendiri. Mereka ingin berperan aktif dalam kegiatan wisata, termasuk promosi melalui pemberian informasi kepada wisatawan.
Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batu, Ilham Adilia menyebutkan, banyak wisatawan ke Kota Batu tanpa menggunakan tour guide lokal. Kondisi ini membuat tour guide Kota Batu hanya menjadi penonton di kotanya sendiri. Kondisi itu berbeda dengan wisatawan ke Bali selalu menggunakan jasa tour guide lokal.
"Ada beberapa alasan kenapa tour guide asal Kota Batu tidak bisa berkutik. Salah satunya kemudahan layanan digital hingga banyaknya pemain wisata tidak mengindahkan fungsional tour guide," ujar laki-laki yang akrab disapa Uyak ini kepada Malang Post, Rabu (18/3).


Ia menerangkan, menggunakan guide lokal sangat penting. Pasalnya segala informasi kepariwisataan dan teknis perjalanan  tersampaikan secara akurat dan baik. Mengingat para tour guide lokal lebih menguasai medan dan berbagai hal lainnya.
Faktor berikutnya adalah tol trans Jawa dari Jakarta - Banyuwangi. Ini  memudahkan wisatawan datang langsung ke Kota Batu melalui informasi digital. Meski begitu tidak jarang wisatawan  kebingungan setelah sampai di destinasi wisata karena informasi wisata tidak ada  dalam dunia digital.
"Perlu adanya pemerataan kerja antar pelaku wisata. Harus ada juga undang - undang dan Perda yang mewajibkan wisrawan menggunakan tour guide. Kami berbicara tingkat provinsi karena diketahui bahwa l gerak wisata tidak bisa hanya berbicara sektoral, tapi harus berkesinambungan dan bersinergi antar wilayah," urainya.


Pihaknya meminta aturan tegas tiap group wisata ketika masuk ke Jawa Timur wajib menggunakan guide Jawa Timur. Jika berlaku di Kota Batu, maka guide lokal Kota Batu tidak bisa menjemput tamu di Bandara Abd. Saleh/Juanda atau Stasiun Malang.
Begitu juga, guide lokal Kota Batu tidak bisa mengantar meski hanya ke Coban Rondo, karena Coban Rondo bukan wilayah Kota Batu.
"Nah untuk fungsional pramuwisata ini kami harus berbicara kepentingan sinergisitas antar kota di lingkup Provinsi Jatim. Karena untuk pemasaran dan pengembangan wisata tidak bisa bekerja sendiri atau berdasar kepentingan sektoral kota. Tapi harus menyeluruh," imbuhnya. DPC HPI Kota Batu dan Batu Guide Community berharap Pemkot Batu  menyediakan sekretariat. Misalnya di areal Pasar Besar Kota Batu yang bakal direvitalisasi. Sehingga mereka bisa mempromosikan Pasar Besar Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata.


Tidak hanya menuntut, DPC HPI Kota Batu yang memiliki anggota lebih dari 50 tour guide telah mengikutkan anggotanya untuk bisa meningkatkan profesionalitas kerja. Dengan mengikuti sertifikasi sebagai tour guide melalui lembaga sertifikasi profesi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono sependapat. Pihaknya bakal menyampaikan usulan tersebut kepada Kepala Daerah dan DPRD Kota Batu
"Ini sangat bagus. Kami sangat mendukung penuh dan akan saya sampaikan ke Bu Wali dan legislatif. Sehingga para tour guide lokal bisa berdaya dan mengenalkan serta mempromosikan Kota Batu. Karena tour guide adalah salah satu corong terdepan dan humas untuk mempromosikan pariwisata di Kota Batu," pungkasnya. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto