Tolak Kekerasan Pada Jurnalis, Wartawan Turun Jalan | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 597 , aim, sisca

MALANG – Setelah gelombang aksi mahasiswa reda, Jumat (27/9) , giliran para jurnalis yang turun aksi di depan gedung DPRD Kota Malang. Hal ini menjadi simbol protes kalangan jurnalis se Malang Raya atas kekerasan yang masih terjadi pada jurnalis. Khususnya saat meliput demonstrasi di berbagai daerah belakangan ini.
Gerakan Solidaritas untuk Keselamatan Jurnalis melakukan aksi damai dengan membawa beberapa poster antara lain, "Jangan Hapus Foto Kami" , "Stop Kriminalisasi Jurnalis" hingga "Tolak RUU KUHP". Koordinator Aksi M Zainuddin mengatakan, tuntutan itu diantaranya adalah mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan anggotanya dan massa aksi di berbagai daerah. Mendesak kepolisian menghentikan segala bentuk represi yang mengancam kerja jurnalis, serta mendukung kebebasan berpendapat dan berkekspresi yang dilakukan masyarakat.
“Kami juga menuntut kepolisian menghukum anggotanya yang terlibat kekerasan kepada jurnalis. Penanganan kasusnya dibuka untuk publik. Juga menuntut kepolisian melucuti senjata para anggotanya yang bertugas menghalau massa. Dan menghentikan semua upaya sweeping kepada peserta aksi maupun jurnalis yang sedang bertugas,” tegasnya.
Selain itu aksi ini juga menuntut kepolisian membebaskan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu dari sangkaan pasal UU ITE.  Tidak hanya pada aparat dan pemerintah saja, aksi ini juga mengimbau perusahaan media untuk memberikan alat pelindung diri kepada jurnalis mereka yang meliput aksi massa yang berpotensi terjadi kericuhan.
“Kami juga mendesak Dewan Pers membentuk Satgas Anti Kekerasan guna menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang aksi penolakan RKUHP dan Revisi UU KPK di berbagai daerah,” tandas Zainuddin.
Laporan sementara yang diterima, ada tiga daerah yang terjadi kekerasan dan menimpa jurnalis, diantaranya, di Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Korban yang tercatat ada 10 jurnalis dari 10 media berbeda.
Gerakan Solidaritas untuk Keselamatan Jurnalis terdiri atas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang maupun jurnalis yang tidak tergabung dalam organisasi profesi. (ica/aim)



Loading...