Tingkatkan Kredit, Manfaatkan Fintech | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 14 Des 2019,

BATU - Revolusi industri 4.0 menuntut kemudahan dan kecepatan layanan di semua lini. Salah satunya layanan Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/S). Karena itu BPR/S harus melakukan transformasi digital melalui kerja sama dengan  fintech legal.
Hal itu dikatakan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono dalam evaluasi kinerja BPR/S semester II tahun 2019 di Singhasari Resort Batu, Jumat (13/12) .
Kegiatan ini mengusung tema ‘Peningkatan Kinerja dan Manjemen Risiko BPR/S untuk Menyonsong Peluang Bisnis Usaha BPR/S di Tahun 2020’. Pesertanya  321 BPR/S  dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Evaluasi kinerja ini membahas tentang isu-isu terkini mengenai aspek regulasi maupun dinamika industri BPR/S yang perlu diperhatikan oleh direksi dan komisaris BPR/S. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dalam pelayanan nasabah seperti kredit," ujar Heru kepada Malang Post.

Baca juga :

Tantangan Tugas

Ratusan Kracker Ramaikan Kota Batu


Pemanfaatan teknologi menjadi peluang bagi BPR/S di Jatim untuk meningkatkan kredit atau pinjaman.  Mengingat saat ini perubahan gaya hidup serba menggunakan teknologi.
"Selain itu, kerja sama dengan lembaga jasa keuangan seperti fintech juga menekan biaya operasional dan cost yang lebih rendah. Namun tantangannya SDM maupun nasabah yang masih terikat kebiasaan konvensional," bebernya.
Meski begitu ia berpesan agar nasabah tak mudah mempercayai fintech atau pinjaman online. Karena saat ini yang diakui oleh OJK ada 114 fintech. Sedangkan yang ilegal ada sekitar 1.800 dan telah ditutup oleh OJK melalui Kemenkominfo.
Untuk mengindentifikasi pinjaman online yang legal, kata Heru yakni yang bisa diakses saat mendaftar melalui fintech hanya terbatas pada 'Camilan', yaitu camera, microphone dan location. "Jika sampai bisa mengakses hingga seluruh kontak di hp dan sampai mengingatkan uang pinjaman ke nomor yang ada di HP dipastikan jika fintech tersebut ilegal," imbuhnya.
Heru menyakini, kerja sama antara BPR/S dengan fintech akan mampu bersaing dengan perbankan. Hal itu mengacu dari peningkatan kredit yang diberikan BPR/S lebih tinggi dari Jatim dan nasional.
Untuk kredit perbankan di Jatim meningkat 4,04 persen per tahun. Sedangkan secara nasional juga meningkat sebesar 6,63 persen per tahunnya. Namun masih tinggi pertumbuhan kredit BPR/S di Jatim yang mampu tumbuh 9,50 persen per tahunnya. (eri/van)

Editor : Vandri
Penulis : Kerisdiyanto





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...