Tinggal Tiga Gelandang | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Tinggal Tiga Gelandang

Senin, 26 Agu 2019,

MALANG – Stok gelandang Arema FC kian menipis untuk melawan PSIS Semarang. Kini, hanya tersisa Hendro Siswanto dan Jayus Hariono, yang bakal diplot sebagai pendamping Makan Konate. Arema pun berharap pemain asal Jepang, Takafumi Akahoshi bisa segera diresmikan dan tampil di pekan 17 Liga 1 2019.
Arema tak lagi memiliki banyak pilihan gelandang, setelah Hanif Sjahbandi dipastikan absen saat melawan PSIS. Pemain muda berusia 22 tahun itu bergabung dengan Timnas Indonesia untuk menjalani latihan bersama. Sementara, Muhammad Rafli masih dalam tahap pemulihan usai terkena gejala demam berdarah.
“Gelandang kami tinggal tiga. Konate, Hendro sama Jayus. Tidak ada opsi lagi sebagai cadangan, karena kami biasanya memainkan tiga gelandang,” ujar Asisten Pelatih Arema, Kuncoro.
Kondisi tersebut, membuat Kuncoro berharap timnya memainkan gelandang anyar asal Jepang, Takafumi Akahoshi. Ia berharap proses pendaftaran bisa segera beres dan tim pelatih bisa memaksimalkan tenaganya.
“Ya harapannya dia bisa main. Sebab, kami tidak punya gelandang lagi setelah Hanif ke timnas. Sekarang hanya dua pemain,” bebernya.
Dalam skema permainan Arema di musim ini, tim pelatih kerap bermain dengan tiga gelandang. Konate sebagai gelandang pengatur serangan, Hendro untuk melakukan cover area pertahanan sementara satu pemain lagi lebih bebas. Hendro dan Konate, selalu menjadi pilihan utama. Sementara, satu posisi menjadi rebutan Rafli, Hanif dan Jayus yang secara bergantian tampil membela Arema.
“Tiga pemain itu punya kelebihan berbeda juga. Mereka standar dan punya kelebihan sendiri-sendiri. Misalnya Hanif kuat, sedangkan Rafli bagus penguasaan bola, tetapi stamina kurang,” terang dia.
Bahkan, Arema sejatinya juga sempat dibuat ketar-ketir. Karena ketika menjalani recovery training di Lapangan Futsal Machung, Konate mendapatkan perawatan tim medis. Pemain asal Mali itu sempat terkena bagian tulang keringnya, sehingga harus dikompres es pascalatihan.
Beruntungnya, kondisi tersebut tidaklah berbahaya. Benturan tulang kering membuat bagian lututnya memar.
“Tidak masalah, hanya benturan saja. Kompres es dan terapi untuk memulihkannya,” tambah Asisten dokter Arema, Alvin Abdillah. (ley/jon)

Editor : Parijhon
Penulis : stenley

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...