Timnas Malaysia Waspada Teror Suporter | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 583 , parijhon, net

JAKARTA - Pengamanan pertandingan penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 5 September 2019, dipastikan tanpa kendaraan taktis (rantis) barracuda. Perwakilan Federasi Sepak bola Malaysia (FAM), PSSI, dan pihak kepolisian setempat menggelar pertemuan keamanan kedua di Jakarta pada Selasa (27/8).
Sebelumnya Malaysia sempat meminta untuk menggunakan rantis barracuda dari hotel ke SUGBK. Akan tetapi, usai lobi PSSI, permintaan tersebut dibatalkan.
"Tidak pakai. Sepanjang tidak ditemukan alasan untuk pakai barracuda, ya tidak akan dipakai," kata Direktur Media PSSI Gatot Widakdo Rabu (28/8).
Sementara itu, Nugroho Setiawan tidak memungkiri masalah keamanan menjadi perhatian utama karena Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah rivalitas sepak bola yang kuat dan penuh emosional.
"Pihak kepolisian akan memberi pengamanan maksimal sesuai dengan prosedur sejak kedatangan tim maupun suporter, selama mereka ada di sini dan sampai mereka pulang. Prosedur ini juga berlaku untuk tim Indonesia dan suporternya," ucap Nugroho seperti yang dikutip dari situs resmi PSSI.
"Pertemuan ini untuk memastikan lagi dan mematangkan strategi pengamanan. Pihak Malaysia cukup mengapresiasi dengan prosedur pengamanan yang disiapkan," ucapnya menambahkan.
Pertandingan melawan Malaysia merupakan laga perdana Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022. Setelah melawan Malaysia, lima hari berselang anak asuh Simon McMenemy bakal menjamu Thailand.
Pertandingan perebutan tiket menuju Piala Dunia itu baru akan kembali berlangsung pada Oktober dan November 2019, kemudian dilanjutkan pada Maret dan Juni 2020.
Sementara itu Pelatih timnas Malaysia Tan Cheng Hoe melarang para pemainnya tampil emosional melawan Timnas Indonesia. Pertandingan tersebut akan menjadi laga perdana bagi kedua tim di babak kualifikasi grup. Cheng Hoe, menyoroti potensi teror dari suporter Indonesia yang dikenal fanatik di Asia Tenggara.
“Dalam kompetisi manapun, pertandingan pertama selalu sangat penting karena itu membantu untuk memotivasi tim dan meningkatkan rasa percaya diri. Dan laga perdana ini begitu penting. Kami akan pergi ke Indonesia dan bermain di Stadion Bung Karno," kata Cheng Hoe seperti dilansir New Straits Times.
"Jadi, ini pertandingan vital bagi para pemain untuk menyerap tekanan di stadion dan tetap fokus pada laga. Mereka tidak boleh emosi ketika bermain lawan Indonesia," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Cheng Hoe menilai rekor pertemuan timnas Malaysia dengan Indonesia cukup seimbang. Dilansir dari Soccerway, Malaysia mencatat dua kali menang dan tiga kali kalah dari lima pertemuan terakhir.
Kali terakhir kedua tim bertemu pada 6 September 2016. Kala itu, Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Manahan, Solo.
"Tidak ada yang lebih baik. Kami sekarang bisa melihat Indonesia lebih serius dalam melakukan persiapan, khususnya ketika mereka memanggil lima sampai enam pemain naturalisasi. Jadi kalau kami mau nilai, Indonesia betul-betul berada dalam bentuk yang baik dan berkualitas dari sebelumnya," ucap Cheng Hoe.
Total 24 pemain diboyong pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemny untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Enam pemain naturalisasi yang dipanggil adalah Otavio Dutra (Persebaya Surabaya), Victor Igbonefo (PTT Rayong), Stefano Lilipaly (Bali United), Greg Nwokolo, Alberto Goncalves (Madura United), serta Osas Saha (PS Tira Persikabo).
Selain Timnas Indonesia, Malaysia juga akan berhadapan dengan Uni Emirat Arab, Thailand, dan Vietnam di fase Grup G.
"Thailand selalu menjadi sebuah tim yang sangat baik, sementara Vietnam belakangan pun tampil dengan bagus. Seluruh tim, tak diragukan lagi telah meningkat dan mereka akan memberikan kami rintangan yang sulit," ujar Cheng Hoe.(map/jun/cnn/jon)



Jumat, 13 Des 2019

Evan Dimas Istirahat Sebulan

Loading...