Tim Khusus Kejari Geledah Kantor Dinkes | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 488 , Halim, Agung

MALANG - Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen menggeledah Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, di Jalan Panji Kepanjen, Jumat (23/8) pagi ini. Penggeledahan ini terkait perkara korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) di Dinkes pada 2015 lalu.
Tim dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Kepanjen Muhandas Ulimen dan Kasi Intel Ardian. Memakai rompi hitam kombinasi merah, petugas menggeledah setiap ruangan.
Seluruh ruangan diperiksa. Termasuk gudang penyimpanan berkas. Bahkan, ruang Sub Bagian Keuangan Dinkes, terpaksa harus disegel.
"Itu pakai gembok baru ya. Pastikan tidak bisa dibuka lagi," ujar salah petugas.
Sementara, dalam kasus ini, Kejari Kepanjen telah menetapkan Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang sebagai tersangka. Yakni Yohan Charles L,S. Kerugian negara dugaan korupsi yang dilakukan Yohan Charles ini sekitar Rp 676 juta. Jumlah kerugian tersebut berdasarkan hasil audit dari tim BPKP.
Sementara itu proses penggeledahan Kantor Dinkes sempat terhambat. Lampu seluruh ruangan tiba-tiba saja padam saat petugas sedang menggeledah. "Ini lampu mati seluruh Kecamatan Kepanjen atau hanya di kantor Dinkes saja. Kok tiba-tiba saja mati," kata Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen.
Selain lampu mati, Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Yohan Charles L,S, ternyata tidak ada di tempat. Yang bersangkutan absen. Sehingga upaya petugas untuk membuka brankas di ruang Sub Bagian Keuangan tidak bisa.
"Brankas tidak bisa dibuka, karena kuncinya dibawa oleh yang bersangkutan. Terpaksa ruangannya kami segel," ucap salah satu petugas.
Bahkan, petugas sempat menghubungi Yohan Charles L,S untuk datang. Yohan mengaku sedang di SPBU dan dalam perjalanan. Namun sampai satu jam lebih tidak datang. Yohan sepertinya menghindar petugas.  "Katanya tadi saat di telepon sudah dekat. Kok sampai saat ini belum juga datang," tuturnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang dr Ratih Maharani mengatakan penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Khusus Kejari Kepanjen sama sekali tidak mengganggu aktivitas kerja. Seluruh pegawai Dinkes tetap menjalankan pekerjaannya.
"Sama sekali tidak mengganggu. Aktivitas kerja tetap berlangsung seperti biasa," ujar Ratih Maharani.
Dikatakannya, penggeledahan yang dilakukan Kejari Kepanjen atas sepengetahuannya. Ada surat perintah penggeledahan terkait kasus perkara korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) di Dinkes pada 2015 lalu.
Ratih juga membenarkan bahwa seluruh ruangan Dinkes digeledah. Selain ruang keuangan serta Sub Bagian Keuangan, juga ruang gizi dan kesehatan keluarga, ruang umum dan kepegawaian serta gudang penyimpanan berkas.
"Penggeledahan ini dilakukan karena petugas mencari rekap pengeluaran Poskesdes tahun 2015. Saat itu, Kepala Dinkes masih dijabat oleh dr. Abdurrahman," tutur Ratih ketika dikonfirmasi di sela penggeledahan.
Terkait ketidakhadiran Kasubag Keuangan Yohan Charles L,S, dikatakannya bahwa yang bersangkutan izin sakit. "Biasanya ikut apel pagi, setelah itu pulang. Kalau hari ini memang tidak ngantor karena sakit," katanya.
Terkait dengan kasus dugaan korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) di Dinkes pada 2015 lalu ini, Ratih mengaku sudah dua kali dimintai keterangan sebagai saksi. Bahkan dalam waktu dekat ini, dirinya sudah diagendakan untuk kembali dimintai keterangannya.
Soal alur penggunaan honorarium perawat Poskesdes, Ratih mengatakan sama sekali tidak tahu. "Kalau soal itu, saya sama sekali tidak tahu," tutupnya.(agp/lim/jon)



Minggu, 17 Nov 2019

Nasdem Tunggu Rekom Dari Pusat

Loading...