MalangPost | Tim Dokter Wanti-wanti Pemain

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Tim Dokter Wanti-wanti Pemain

Sabtu, 28 Mar 2020, Dibaca : 1971 Kali

MALANG - Dokter tim Arema FC dr Nanang Tri Wahyudi SpKO menegaskan tidak ada satu pun pemain sepakbola, maupun olahragawan dari cabang lain, yang kebal dari penularan Covid-19. Menurutnya, semua manusia, baik olahragawan atau warga biasa, sangat bisa tertular.
“Tingkat kebugaran olahragawan itu lebih ke potensi kemampuan tubuh resisten paparan virus. Tidak ada hubungan dengan resisten transmisi. Mau sehat, sakit, bugar, tidak bugar, semua kalau kontak dengan droplet (cairan dari orang positif corona.Red) sangat bisa tertular,” ujar dr Nanang kepada Malang Post, Sabtu (28/3).


Karena itu, dia mewanti-wanti seluruh pemain Arema, agar tidak sok kebal dan nekat melanggar protokol kesehatan, seperti physical distancing dan sanitasi pribadi. Alumnus Universitas Gajahmada itu menerangkan, selain menjaga jarak dan menjaga kebersihan diri, penguatan imunitas sangat vital.
“Semua bisa terpapar, tidak pandang kesehatan atau kebugaran pribadi. Makanya minum jamu atau apapun itu adalah hanya untuk jaga-jaga seandainya terpapar virus diharapkan tubuh lebih mampu melawan paparan virus,” tambah dokter yang berpraktik di Persada Hospital itu.


Karena itu, dia mengimbau seluruh pemain Arema, untuk sering cuci tangan dengan sabun, lalu memakai hand sanitizer. Saat melaksanakan isolasi pribadi di rumah, protokol sanitasi ini untuk mencegah jangan sampai virus yang mungkin menempel di tubuh sampai masuk ke badan.
“Untuk olahragawan dan warga, kami imbau agar tetap berolahraga, bisa berlari cepat keliling rumah, atau olahraga aerobik yang tak membutuhkan ruang luas. Tapi, harus diperhatikan intensitasnya,” tandas Nanang.


Untuk pemain Arema, Nanang menyebut bahwa saat ini belum ada agenda rapid test. Agenda ini, masih memprioritaskan para ODP.
“Belum ada agenda rapid tes, belum ada kejelasan keberadaan rapid test kit-nya dimana, lagipula protokol rapid test itu diprioritaskan bagi ODP,” pungkas Nanang.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira