Malang Post - Tiga Komplotan Blandong Dibekuk

Sabtu, 04 April 2020

  Mengikuti :


Tiga Komplotan Blandong Dibekuk

Senin, 02 Sep 2019

MALANG - Satreskrim Polres Malang menangkap komplotan blandong akhir pekan kemarin. Tersangka yang diamankan tiga orang. Mereka dibekuk di lokasi yang berbeda. Ketiganya adalah Kaseri, 60, serta Suyitno, 47, warga Desa Taman Satrian Kecamatan Tirtoyudo. Dan, Gimun, 42, warga Dusun Dauan Desa Pamotan Kecamatan Dampit.
"Barang bukti yang kami amankan dari ketiganya adalah sembilan kubik kayu sengon serta sebuah truk DD-9773-XA yang digunakan untuk mengangkut kayu curian," terang Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Marghas.
Menurutnya, ketiganya ini ditangkap terkait kasus pencurian kayu di wilayah hutan Desa Taman Satrian Kecamatan Tirtoyudo, petak 85 A RPH Dampit. Mereka menebang 14 pohon kayu hutan milik Perhutani. Kayu hasil curian tersebut sedianya akan dijual kepada seseorang.
Penangkapan mereka bermula dari laporan pihak Perhutani. Setelah sebelumnya petugas Perhutani mendapati beberapa pohon sengon hilang dicuri. Polisi yang mendapat laporan lantas melakukan penyelidikan.
Adalah tersangka Gimun yang kali pertama ditangkap. Gimun dibekuk petugas di Jalan Raya Tambakrejo Kecamatan Wajak, ketika sedang mengangkut kayu hasil curian dengan kendaraan truk.
"Saat itu, kayu curian ditumpuk dengan kayu kampung yang berizin. Setelah kami periksa, ternyata di bawahnya adalah tumpukan kayu hasil curian," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Bululawang ini.
Dari penangkapan Gimun kemudian berkembang ke tersangka Suyitno. Ia berhasil ditangkap di rumahnya. Pasalnya saat ditangkap Gimun mengaku kalau dia disuruh oleh Suyitno.  "Kayu curian itu sedianya akan saya jual kepada seseorang di Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi. Saya sendiri baru sekali ini mencuri kayu hutan," ungkap Suyitno.
Sementara tersangka Suyitno mengaku kalau dia menebang kayu hutan karena membeli dari tersangka Kaseri. Dia membeli dua batang pohon kayu hutan seharga Rp 400 ribu. Namun faktanya saat di lokasi yang ditebang justru 14 pohon. Akhirnya dari pengakuan Suyitno ini, petugas mencari keberadaan Kaseri.
Hasilnya, Kaseri yang mengaku bekerja dengan menggarap lahan milik Perhutani ini berhasil ditangkap di rumahnya. "Saya hanya menjual dua pohon kayu sengon saja. Pohon tersebut saya jual karena kondisinya mati. Tidak tahu kalau ternyata dilarang," ucap tersangka Kaseri.
Akibat perbuatannya tersebut, ketiganya dijerat dengan pasal 82 dan atau 83 Undang-Undang nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukumannya adalah di atas 5 tahun kurungan penjara.(agp/lim)

Editor : Halim
Penulis : Agung

  Berita Lainnya





Loading...